Senin, 29 Agustus 2011

Neurotic of Gods


Neurotic of Gods


Neurotic of Gods - The Night Domination
Genre : Black Metal
Country : Indonesia

tracklist:
1. Reborn in thy holy flames
2. The night domination
3. The conquerors (I’m the power and the hatred)
4. Sovereign of the unborn life
5. The dad warriors drowned in the battlefield
6. The unholy evil realm
7. Soundly asleep in the wave of sorrow
8. Tired and red (Sodom cover)

Download

Senin, 22 Agustus 2011

ROCK IN SOLO

Coming Soon! Rock In Solo "Heritage Metal Fest 2011"


Ini dia event yang lama dinanti-nantikan metalhead Solo Raya. Yap! ROCK IN SOLO, perhelatan akbar tahunan yang sudah menjadi trademark bagi scene underground kota Solo. Tak hanya menarik antusiasme warga Solo Raya, tapi juga menyedot perhatian massa dari berbagai kota besar.

Yang berbeda dari Rock In Solo kali ini adalah lokasi. Untuk pertama kali Alun-alun Utara kota Solo akan dijadikan medan tempur bagi massa bawah tanah. Hal ini tak lain karena melihat peningkatan statistik yang terjadi dari tahun ke tahun.

Rock In Solo sendiri, mulanya belum seperti ini. Kali pertama digelar tahun 2004, Tengkorak yang menjadi headliner. Baru setelah itu, Burgerkill dan Seringai di tahun 2006, Psycroptic di tahun 2009, dan Dying Fetus pada tahun 2010.

Pertama kali digelar, Rock In Solo mengambil komplek Manahan mulai dari halaman parkir, velodrome hingga GOR  sebagai padang mahsyar. Begitu juga Rock In Solo kedua dan ketiga. Kemudian disusul Stadion Sriwedari pada 2010 dipakai untuk menampung penggila Dying Fetus, headliner Rock In Solo keempat. Dan semakin tahun level event ini pun semakin menanjak. Band yang berpartisipasi makin banyak, begitu pula jumlah pengunjung terus melonjak. Maka tak heran jika The Think Organizer sebagai penyelenggara acara tak tanggung-tanggung menyiapkan tempat. Alun-alun Utara menjadi pilihan, dan akan dibuat 4 stage sekaligus!

Selain sebagai selebrasi tahunan bagi metalhead tanah air, Rock In Solo juga menjadi ajang terapi sosialistik. Masih dalam suasana lebaran, merapat dalam sebuah event akbar tentu akan menjadi catatan tersendiri. Apalagi jika kawan lama atau mantan personil yang baru saja mudik juga turut hadir. Hmm, jadi jang reuni pula khan! Dan pastinya,tahun ini Rock In Solo ingin mensahihkan bahwa Solo adalah satelit baru setelah Bandung dan Jakarta.

Mendatangkan band asing bukanlah perkara mudah, diperlukan kerjasama yang baik serta koordinasi yang apik. Dan itulah yang kembali akan diterapkan oleh The Think Organizer. Puluhan band Metal lokal dan nasional akan menggilas Alun-alun Utara Surakarta, 17 September mendatang.

Kalian tentu penasaran siapa yang akan menjadi headliner Rock In Solo tahun ini. Meskipun masih dirahasiakan siapa headliner, namun sedikit bocoran untuk band yang akan bermain di Rock In Solo sebagai berikut:

Co-Headliners:
KATAKLYSM (Canada) – Death Metal
DERANGED (Sweden) – Death Metal
OATHEAN (Korea) – Black Metal
ENFORCE (Australia) – Thrash Metal
ISHTAR (Korea) – Gothic Power Metal

Local Acts:
BURGERKILL (Bandung) – Metalcore
DOWN FOR LIFE (Solo) – Metalcore
GIGANTOR (Jakarta) – Thrash Metal
RAJA SINGA (Bandung) – Grindcore
SURI (Jakarta) – Stoner Rock
SOMETHING WRONG (Jogja) – Hardcore
GRIND BUTO (Semarang) – Thrash Metal
MADONNA OF THE ROCK (Jakarta) – Metalcore
SPIRIT OF LIFE (Solo) – Hardcore
TURBIDITY (Bandung) – Death Metal
BANDOSO (Solo) – Black Metal
EXTREME DECAY (Malang) – Grindcore

Dan berikut informasi mengenai tiket acara:
Pre-sale #1    03 Juni - 31 Juli                             Rp. 50,000
Pre-sale #2    01 Agustus - 31 Agustus              Rp. 75,000
Pre-sale #3    01 September - 16 September   Rp. 100,000

On the spot Rp. 150,000

Untuk update informasi acara, silakan kunjungi www.rockinsolo.com 

Dibutuhkan tenaga relawan untuk Rock In Solo 2011 dengan persyaratan sebagai berikut:
1. Berusia minimum 18 tahun
2. Pria ataupun wanita
3. Sehat rohani maupun jasmani
4. Diutamakan yang berdomisili di kota Solo dan sekitarnya
5. Lebih di-prioritaskan bagi mereka yang sudah punya pengalaman bekerja di sebuah event
6. Membawa 1 (satu) lembar pasphoto berwarna ukuran 4X6 dan fotokopi kartu identitas.

Formulir bisa diambil dan diisi langsung di BELUKAR ROCKSHOP Jl. Pandu Dewanata No.155 Kartopuran, Solo
Hotline Number : 0857-2519-1666. Kuota terbatas!

Sumber: MAXIMOSH

Update 17 Juli 2011:

Dengan disebarnya pamflet ini, maka teranglah siapa yang jadi headliner Rock In Solo 2011: DEATH ANGEL  !

Kamis, 18 Agustus 2011

Burzum-Fallen(2011)



ORIGIN:NORWAY(Bergen (Early), Bø (Later)

YEAR:2011
GENRE:BLACK METAL,AMBIENT

aca esta la obra maestra de Varg Vikernes el mas reciente album de BURZUM "FALLEN",un album extremadamente bueno que contiene 7 canciones misticas,profundas y con exelente liricas ,un album muy parecido al anterior trabajo "BELUS" con solos de guitarras q te llevan al mundo de varg ,este album sin duda es uno de los mejores q a fabricado burzum,muy recomendado y candidato para ser el mejor lanzamiento del año..!

1. Fra Verdenstreet 01:02
2. Jeg Faller 07:49
3. Valen 09:21
4. Vanvidd 07:06
5. Enhver Til Sitt 06:16
6. Budstikken 10:10
7. Til Hel Og Tilbake Igjen 05:57

TOTAL TIME:47:41

KATRA


01. Delirium
02. One Wish Away
03. If There Is No Tomorrow
04. Vendetta
05. Out of the Ashes
06. Envy
07. Mirror
08. Anthem
09. The End of the Scene
10. Hide and Seek

~ Download

Taake-Kveld(EP 2011)



ORIGIN:NORWAY(BERGEN)
YEAR:2011
GENRE:BLACK METAL


Bueno y despues de un tiempo y problemas con mediafire aca les dejo a la banda noruega TAAKE y este su mas reciente trabajo que es un ep que salio el 26 de abril de este año,podriamos describirlo como el sonido que a tenido TAAKE haciendo un true norwegian black metal,es una banda que hay que escuchar y este su mas reciente lanzamiento.

1. Nordbundet 05:45

2. Motpol 05:37

3. Hordalands Doedskvad I [Live] 08:14

4. Over Bjoergvin graater Himmerik 4 07:04

5. Nattestid ser Porten vid 1 06:50

total time:33:30

Infuneral - Torn from the Abyss (2011)






ORIGIN:Sweden (Järfälla)
YEAR:2011
GENRE:Black Metal

1. I 01:16
2. Reveal the Horns 04:02
3. To Inter With Funeral Rites 03:20
4. The Plague of Humanity 04:26
5. II 00:54
6. Dust 05:03
7. A Scent of Death 04:35
8. The Circle Master 04:46

Total playing time 28:25

Heavenwood






Portugal
Album: Redemption
Genre: Gothic Metal
Year: 2008

Tracklist:
01. 13th Moon
02. Me & You
03. Bridge To Neverland
04. Fragile
05. One Step To Devotion
06. Foreclosure
07. Obsolete
08. Her Scent In The Spiral
09. Take My Hand
10. Slumber



Download

Last Majesty



Tracklist:

1.Old fairytales
2. Dancing with my tears drop (chapter II)
3. Dream
4. My fuckin beloved
5. Light hearts
6. The memories

DOWNLOAD

SIRENIA - The 13th Floor







SIRENIA
The 13th Floor
2009
Gothic Metal


01. The Path to Decay
02. Lost in Life
03. The Mind Maelstrom
04. The Seventh Summer
05. Beyond Life’s Scenery
06. The Lucid Door
07. Led Astray
08. Winterborn 77
09. Sirens of the Seven Seas


DOWNLOAD

ATREYU

ATREYU - The Curse







1.Blood Children (An Introduction)
2.Bleeding Mascara
3.Right Side Of The Bed
4.This Flesh A Tomb
5.You Eclipsed By Me
6.Crimson, The
7.Remembrance Ballad, The
8.Interlude, An
9.Corseting
10.Demonology & Heartache
11.My Sanity On The Funeral Pyre
12.Nevada's Grace
13.Five Vicodin Chased With A Shot Of Claret

NOCTURNAL KUDETA,

NOCTURNAL KUDETA


NOCTURNAL KUDETA, sebuah band Death Metal asal Jogjakarta. Band ini terdiri dari 4 orang personil, masing-masing adalah Anan (Vokalis), Bastian (Gitar), Hafizh (Bass), dan Adit (Drum).
Simak demo lagu mereka:

* NOCTURNAL KUDETA - This Is My Madness
* NOCTURNAL KUDETA - Sajak Berontak
* NOCTURNAL KUDETA - Kudeta

LOST ANOTHER

LOST ANOTHER


LOST ANOTHER adalah band Jakarta Timur tepatnya daerah Pasar Rebo, Cijantung dengan mengusung aliran Death Metal. Band ini termutilasi pada bulan Mei 2006. Nama LOST ANOTHER sendiri memiliki sebuah arti tersembunyi di dalamnya yaitu Lost berarti Hilang, Hilang disini maksudnya adalah hilangnya kreatifitas musik Indonesia yang disebabkan oleh banyaknya pembajakan lagu di negara kita ini. Another berarti yang lain, artinya kita akan menciptakan rasa aliran musik yang lain untuk telinga masyarakat Indonesia pada umumnya.

Dengan line-up Rohian Susilo Utomo – Vockill, Aria Panca Afrian –Shredder, Edward Rhamadan – Arpeggios, Muhammad Rayyan– Slapping, dan Tubagus Gary Lineker – Blasting. Pada 2009 band ini mengeluarkan sebuah EP berjudul "Perang Suci".


 Track:
- Berawal Dari Darah(Intro)
- Perang Suci
- Misi Dunia Langit
- Idealisme Komunis
- Gerbang Neraka
- Kiamat (Outro)

Berikut link untuk mengunduh track yang sekaligus menjadi titel album:
LOST ANOTHER - Perang Suci

LOST ANOTHER - "Perang Suci"

Pembantaian yang tragis
Dimulai dengan darah
Pembunuhan yang sadis
Berakhir dengan pasrah
Semua darah bergelimpangan
Terlepas Jiwa dan jasad

Pembunuhan
Penyiksaan
Beramai-ramai
Bersama setan

Perang suci
Menuju maut
Perang suci
Bawa mati

Genderang perang berbunyi
Nafas pun berhenti
Hentakan benci yang membuat
Di alam yang lain mati tersiksa
Tertawa dan sengsara

Pembantaian tragis

Mereka adalah budak setan
Tercipta hanya untuk ditindas
Bukanlah hanya ciptaan tuhan
Tercipta hanya untuk ditindas (2x)

Sebuah perang yang musnahkan jiwa
Para manusia yang tidak bersalah
Menuntut bebas hilangkan nyawa
Mengoyak tubuh dan hancurkan jasad


Discography :
- Terompet Kematian (Single 2006)
- Alam Barzah (Single 2007)
- Death For Caremony (Single 2008)
- Perang Suci (Single 2009)
- Java Extreme Metal (Compilation 2009)
- Death Indie (Compilation 2010)
- Indie Bersatu (Compilation 2010)
- Love At First Sex (Compilation 2010)

Web: http://www.myspace.com/lostanother

Balambika

BALAMBIKA, Black Metal Dari Borneo


BALAMBIKA, band ini terbentuk pada akhir tahun 2006 di Barabai - Kalimantan Selatan. Pada awal terbentiknya band ini memainkan konsep musik Extreme Javanese Black Metal. Sempat beberapa kali mengalami perubahan formasi BALAMBIKA mencoba bertahan. Hingga tahun  2010 formasi terakhir band adalah:
- Dark Side (Vokal)
- Erwien sicker (Vokal)
- Ozzfest Roh Roworhontek (Gitar)
- Ogenk InSan BerDosa LaVey (Gitar)
- Didit Iblisick (Bass)
- Rony Vampires (Drum).

Perubahan formasi ini membuat pergeseran konsep musik mereka menjadi Extreme Harmony Black Metal. Silakan saja disimak lagu mereka:
- BALAMBIKA - Akhir Dari Kehidupan
- BALAMBIKA - Malapetaka Kegelapan
Update! (28 November 2010)
- BALAMBIKA -Surga Di Pintu Neraka
- BALAMBIKA - Siksa Yang Kekal
- BALAMBIKA -  Bangkit Dari Kematian

Ozora

OZORA - Gothic Vampiric Black Metal


OZORA, band ini berdiri pada tanggal 10 November 2000. Nama OZORA diambil dari bahasa Ibrani yang artinya  “kekuatan yang berasal dari para dewa”. OZORA mengusung jenis musik Black Metal dengan memadukan sedikit nuansa Gothic pada beberapa materi lagunya.

Formasi OZORA yang sudah berganti-ganti personil yang menambah kematangan dalam bermusik. Secara konstan dan konsisten tampil dalam menggunakan kostum serba hitam khas Black Metal, dengan menggunakan 'corpse paint' pada wajah serta aksesoris lainnya seperti spek dan ikat pinggang peluru. Yang menjadi ciri khas dalam setiap aksi panggungnya, sang vokalis selalu mengenakan kostum vampire.

OZORA terinfluence oleh beberapa band besar luar negeri seperti  Dimmu Borgir, Grave Worm, Hecate Enthroned, dan C.O.F. Beberapa lagu OZORA sempat yang masuk dalam beberapa album kompilasi Black Metal seperti  Sound Of Darkness, Black Of Kingdom, dan Black Sound.

Link Download: OZORA - When Darkness Come To the Sacred Souls

Zalnabur

Download Mini Album ZALNABUR


Mini Album ZALNABUR ini berisi 3 track, bisa langsung di-download:
* ZALNABUR - Konspirasi Iblis
* ZALNABUR - Samiri Al-Masikh
* ZALNABUR - Repentance_Outro

atau langsung download 1 album:
* ZALNABUR - Mini Album.rar

7 Iblis Yang Mewakili Sifat Manusia

Mungkin sebagian dari kalian sudah tahu tentang 7 dosa besar, bahasa kerennya adalah "7 DEADLY SINS", yaitu :

1. Kebanggan atau Pride (superbia)
2. Rakus harta atau Greed (avaritia)
3. Nafsu seks yang berlebihan atau lust (luxuria)
4. Iri hati atau Envy (invidia)
5. Rakus makan/berlebihan dalam makan atau Gluttony (Gula atau gullia)
6. Marah atau Wrath (ira)
7. Kemalasan atau Sloth(acedia)

Nah artikel ini membahas siapa saja iblis-iblis yang bertanggung jawab terhadap 7 dosa ini.

1. LUCIFER (Pride/Kebanggan)

Lucifer adalah nama yang seringkali diberikan kepada Setan dalam keyakinan Kristen karena penafsiran tertentu atas sebuah ayat dalam Kitab Yesaya. Secara lebih khusus, diyakini bahwa inilah nama Setan sebelum ia diusir dari surga.

Dalam bahasa Latin, kata "Lucifer" yang berarti "Pembawa Cahaya", adalah sebuah nama untuk "Bintang Fajar" (planet Venus ketika muncul pada dini hari). Versi Vulgata Alkitab dalam bahasa Lain menggunakan kata ini dua kali untuk merujuk kepada Bintang Fajar: sekali dalam 2 Petrus 1:19 untuk menerjemahkan kata bahasa Yunani "Φωσφόρος" (Fosforos), yang mempunyai arti harafiah yang persis sama dengan "Pembawa Cahaya" yang dimiliki "Lucifer" dalam bahasa Lain; dan sekali dalam Yesaya 14:12 untuk menerjemahkan "הילל" (Hêlēl), yang juga berarti "Bintang Fajar".

2. MAMMON (Greed/Keserakahan)


Mammon adalah iblis keserakahan, kekayaan dan ketidakadilan. Orang-orang yang menyembah Mammon yang setara dengan orang-orang rakus pada uang.













3. ASMODEUS (Lust/Nafsu)


Asmodeus adalah setan nafsu dan karena itu bertanggung jawab untuk memutar hasrat seksual orang. Dikatakan bahwa orang yang jatuh ke cara Asmodeus akan dihukum selamanya di neraka tingkat kedua. Dia membawahi tujuh puluh dua pasukan setan di bawah komandonya. Dia adalah salah satu raja neraka di bawah Lucifer. Dia digambarkan muncul dengan tiga kepala, yang pertama adalah seperti banteng, yang kedua seperti laki-laki dengan mahkota, dan yang ketiga seperti domba jantan. Dia memiliki ekor ular, dan dari mulutnya mengeluarkan api. Selain itu, ia duduk di atas sebuah neraka naga dan memegang tombak.

Asmodeus atau Asmodai (Ibrani: אשמדאי Ashmedai)  adalah raja setan lebih dikenal dari kitab Deuterokanonika dari Tobit.Setan ini juga disebutkan dalam beberapa legenda Talmud, misalnya, dalam cerita dari pembangunan Bait Allah.

4. LEVIATHAN (Envy/Iri hati)



Leviathan adalah salah satu dari tujuh pangeran dari neraka dan pintu neraka ada di mulutnya (Hellmouth). Leviathan identik dengan rakasa laut besar. Leviathan adalah salah satu setan yang dikatakan untuk menggoda laki-laki dalam melakukan penghujatan. Penghujatan ini bisa diartikan karena alasan dendam yang timbul karena iri atau dengki dengan sesuatu hal.





  

5. BEELZEBUB (Gluttony/Rakus Makan)

Beelzebub adalah nama dari salah satu dari tujuh raja neraka dan digambarkan sebagai dewa lalat. Dia mengajak seseorang untuk makan banyak, mahal, rakus, dan pilih-pilih makanan. Dosa ini kelihatan kecil, karena hanya masalah makan, tetapi ernyata menjadi dosa yang besar.













6. Satan/Amon (Wrath/Kemarahan)

Dia adalah perwujudan dari antagonisme yang berasal dari agama-agama Abrahamik. Dia memunculkan kemarahan yang akhirnya bersifat detruktif dan menimbulkan dosa. Contoh dari akibat dari dosa ini adalah membunuh (bisa juga membunuh orang lain buat pemujaan). Namun yang paling berat dari dosa ini adalah bunuh diri.



7. Belphegor (Sloth/Kemalasan)


Belphegor digambarkan dalam dua model berbeda: sebagai seorang wanita muda yang cantik ketika di dunia atau sebagai iblis berjenggot mengerikan dengan tanduk dan kuku yang tajam. Dia sering dikatakan juga sebagai iblis kekayaan yang didapat dengan licik. Dia mendorong seseorang untuk mendapatkan kekayaan dengan cara mudah dan jika perlu dengan menipu. Sebagai contoh adalah korupsi. Nah, setelah kaya maka waktunya untuk bermalas-malasan tanpa bekerja. Kemalasan, bagi kita biasanya bisa menjadi sebuah kebiasaan. contoh paling mudah adalah menunda pekerjaan dan terus mencari pekerjaan yang mudah dengan hasil yang besar.

Metal Syndrome

METAL SYNDROME

Metal.
Hm,suka musik Metal ga?
Musik yang katanya slalu dianggap sebagai musik yang digemari bagi para orang frustasi? identik dengan suatu hal yang gelap, kematian, neraka,setan etc!
Kalo gue sendiri siy kayaknya bisa dibilang suka dengan musik ini.

Sebenarnya gue suka dengan semua jenis musik! Pop,dangdut,kerocong! Okelah! Tapi ga tau kenapa? kayaknya kuping gue lebih comfort kalo dengerin musik-musik berat macam Rock ato metal. Mulai dari genre black,ghotic, trash,grindcore, death,nu metal, progressive,punk... Gue suka semuanya!

Ironisnya... Kenapa yak? musik Metal ga begitu laku di pasaran Indonesia. Yang laku dan melejit di pasaran Indonesia mah justru malah lagu cinta menye-menye yang dibalut irama melayu dan kadang personil-nya rada alay binti lebay pangkat lima. Mungkin slama ini banyak orang beranggapan kalo musik metal tu bisa menimbulkan masalah bagi para pendengarnya. Menurut suatu hasil penelitian musik metal tu bisa mempengaruhi respon emosional seseorang sehingga menjadi cepet marah,agresi, bunuh diri,ceroboh,narkoba, merangsang remaja tuk berontak,kehancuran diri bahkan membawa efek yang buruk pula terhadap hewan dan tumbuhan.

Padahal kalo kita mau berpikir positip,
Ga slamanya metal itu buruk! Bagi gue....
  • Metal itu seni
  • Metal itu pembawa inspirasi
  • Metal adalah penenang pikiran disaat gundah
  • Metal adalah penggebrak semangat
  • Metal adalah media pengusir bete
  • Metal adalah pengantar tidur yang baik
  • Metal adalah penghilang stress
  • Metal adalah luapan isi hati
  • Metal adalah hawa panas yang dapat menghidupkan suasana
  • Metal adalah media tuk belajar menjadi seseorang yang tangguh
Harapan gue ke depannya,moga aja band-band Metal di Indonesia bisa eksis di blantika musik Indonesia!

***
Asli, ini bukan tulisan gw sendiri. Tulisan diatas gw ambil dari  blognya Istiannas Gerard Abbasiyan Prayudha (namanya keren euy!) Gak nyangka lho Bro kalo di blog yang full warna pink ada ungkapan jujur seperti itu.  Like this poko'e!!!

Silakan klik banner ini untuk melihat tulisan aslinya:

History Of Beside

Sekilas Tentang BESIDE

Artikel ini buat seorang teman di Facebook yang menanyakan tentang Tragedi Konser BESIDE.

BESIDE eksis dari pertengahan tahun 1997, berdiri di kota Bandung Indonesia, lahir di tengah-tengah komunitas yang cukup ternama di Indonesia “HOMELESS CREW”. Sebuah band project pada asalnya dengan memainkan musik-musik hardcore pada zamannya dari mulai Rykers, Strife, Earth Crisis dll. Berganti-ganti personel adalah menjadi suatu kebiasaan, bahkan di akhir tahun 2007 BESIDE masih berganti personel.

Fattah, salah satu gitaris beside yang terakhir harus resign! Di karnakan kesibukan kerja yang sangat padat. Ichad Heaven fall adalah orang yang di pilih untuk menutup kosongnya formasi, dan karna seringnya band ini berganti pesonel, maka BESIDE banyak bertemu orang-orang baru yang mempunyai selera musik yang beragam dari mulai Inflames, Soilwork, Dragon Force, Slayer, Malevolent Creations, Kataklysm dll. Yang pada akhirnya memberi warna baru bagi musik BESIDE. Metal mungkin konsep yang lebih cocok untuk BESIDE pada sekarang ini.

10 tahun memang bukan waktu yang sebentar untuk menyelesaikan satu album, karna seringnya berganti ganti personel, kesibukan yang menyita waktu, konsep musik yang masih belum jelas menjadi faktor utama dalam keterlambatan tersebut.

Dengan formasi baru yang solid Owank Vokal, Akew Guitar, Paneu Bass, Chad Guitar, Baby Drum, akhirnya BESIDE bisa menyelesaikan album pertama mereka yang di beri titel AGAINST OURSELVES, yang di rilis di akhir tahun 2007 oleh Parapatan Rebels dan Absolute Records.


Launching album Beside yang berjudul AGAINST OURSELVES digelar pada tanggal 9 Februari 2008 di gedung AACC di jalan Braga Bandung. Acara launching album tersebut benar-benar akan menjadi sejarah di dunia musik Underground tanah air. Bukan karena kesuksesan acaranya. Tapi karena terjadinya  sebuah tragedi yang memakan korban jiwa saat launching album tersebut berlangsung.

Silakan baca artikel di bawah ini:


SABTU 9 FEBRUARI 2008, boleh jadi merupakan hari terburuk bagi dunia musik underground Bandung. 10 orang tewas terinjak-injak dalam konser tunggal launching album pertama Beside, Against Ourselves, yang digelar di Gedung Asia Africa Cultural Centre (AACC) Jalan Braga.

Tentu ini berita mengejutkan. Seheboh-hebohnya konser musik underground, rasanya jarang terdengar sampai ada penonton yang tewas. Malahan yang justru sering tersiar adalah penonton yang tewas ketika menyaksikan konser band papan atas, seperti Sheila On 7, Ungu, Slank, dan PAS Band.

Terus terang, saya memiliki "keterikatan" secara emosional dengan dunia underground ini. Saya memang suka mengamati perjalanan musik underground di Bandung. Referensi saya tentang musik ini di tahun 90-an adalah Radio GMR (Generasi Muda Radio) 104,4 FM. Saya masih ingat betul suara berat Samuel Marudut (almarhum). Juga penyiar lainnya, Tata. Lalu ada Muti dan Arin. Kalau Muti, lengkapnya Mutiara, itu saudara jauh saya. Dia vokalis Wachdah band. Juga ada Tita. Nah yang ini, adik kelas saya di SMA.

Lalu referensi lain saya dapat dari Majalah Hai. Masa itu, Hai paling sering mengupas musik-musik metal. Sepultura, Megadeth, dan tentu Metallica, dikupas habis Hai. Ketika band underground dan indie Bandung menyerbu telinga musik penikmat musik di Indonesia, Hai pun menurunkan liputan berjudul: Bandung Invasion!!!. Itu karena hampir seluruh grup musik yang bercokol saat itu semua dari Bandung. Dari unsur Pop, ada Kahitna, ME Voice. Juga ada Gigi Band. Dari indie, muncul PAS Band, Pure Saturday, Cherryl Bombshell, Puppen, dll.

Setiap ada konser musik indie label, dulu belum meng-underground, saya selalu mengusahakan hadir. Berteriak kencang di tengah jibaku penonton seakan melepaskan seluruh kepenatan dan kekecewaan hati. Protes terhadap keadaan yang tidak memihak pada diri.

Lalu ketika trash metal menjadi tren, sejumlah pemusik lokal pun mengikutinya. Rotor adalah penggeraknya. Mereka band dari Jakarta. Irvan Sembiring, Jodi Gondokusumo, satu lagi drummernya saya lupa, adalah jagoan underground yang menjadi idola anak muda saat itu. Mereka sempat manggung di San Fransisco, AS. Waktu Metallica ke Jakarta, mereka jadi band pembuka. Gagah banget rasanya melihat Ivan berdiri tegak di speaker besar panggung Metallica di Lebak Bulus. Lalu ada juga Sucker Head, dengan Krisna Sadrah-nya, teman seangkatan Rotor.

Di Bandung, nama PAS Band tak bisa dilepaskan dari kemunculan komunitas indie dan
underground. Dalam pandangan saya, PAS lahir dari rahim GMR. Samuel Marudut punya peran besar. Juga Richard Mutter, sang drummer, yang juga penyiar GMR. Kehadiran PAS band seakan membuka keran indie dan underground yang mampat.

Dari situ, bermunculankah band indie dengan musik yang lebih cadas lagi. Death Metal, Brutal Death, Hard Core, Grind Core dll. Close Minded, Rotten to The Core, dll menggerakkan lokomotif underground Bandung. Termasuk di dalamnya Jasad, Sacrilligeous dll. Hullabalo, Bandung Berisik, Bandung Underground, hanyalah sedikit dari even yang mempersolid kaum underground Bandung. Musik seperti bunyi gergaji dan gerinda membilas besi itu semakin menjadi anutan anak-anak muda Bandung.

Perkembangan selanjutnya, memang antara indie label dan underground terpecah. Itu terjadi setelah sejumlah band indie label, seperti PAS Band, direngkuh major label. Mulailah ada friksi di antara indie dan underground. Jenis musik pun kian membedakan. Indie label terbilang musik yang ringan, seperti underground lebih cepat dan berat. Dan kedua kubu pun melahirkan grup-grup yang luar biasa. Pure Saturday, Cherryl Bombshell, lalu yang kekinian, Mocca, Laluna, Dll. Dari kubu underground, mungkin nama Burgerkill yang pantas dikedepankan. Mereka memang sempat digaet Sony Music. Tapi idealisme musik undergroundnya tetap berurat berakar.

Persinggungan saya dengan dunia underground kian intens, ketika saya satu bangku kuliah dengan Yuli Jasad. Juga ada Eri Sacrillegious, kakak angkatan. Lalu di bawah saya, ada Iman "Kimung", bassist Burgerkill. Walau begitu, saya tidak pernah larut dalam dunia underground secara sungguh-sungguh. Ini hanya persinggungan saja, sekadar mengamati dunia mereka. Cuma karena persentuhannya cukup lama, saya jadi hapal siapa saja orang-orang underground. Jadinya nyambung ketika berbicara dengan Yuli Jasad soal musik ini. Dialah pemusik underground yang lulus jadi sarjana dengan skripsi tentang dunia musik underground di Bandung dan Surabaya.

Wah kepanjangan ini tulisan. Singkat cerita saja. Cukup lama saya vakum dari menga- mati anak-anak underground. Saya tak tahu lagi siapa band-band baru yang muncul. Sampai kemudian terjadi peristiwa di AACC tempo hari.

Hari ini saya buka Myspace dan kontak dengan Beside, band yang menjadi cerita utama dalam kejadian di Gedung AACC. Saya minta waktu untuk wawancara secara khusus. Tapi mereka menolak, karena sudah jumpa pers di AACC, tadi siang. Memang di sana ada wartawan Tribun yang bertemu Beby, drummer Beside. Tahu saya wartawan, Beside titip pesan untuk disampaikan di koran. Ini pesan mereka:

Tgl 09 februari 2008 adalah hari kelabu, buat kita para sceen underground di kota bandung bahkan Indonesia. Kita sebagai orang-orang yang terkait di dalamNya, sepantasnya untuk turut berduka cita atas insiden yang sebenarnya tidak kita inginkan. Mereka adalah teman , sahabat bahkan saudara kita, yang memang wajib kita hormati. Marilah kita berdoa untuk saudara-saudara kita yang menjadi korban sabtu kelabu. Buat kalian teman-teman yang merasa peduli atas meninggalnya teman, saudara, sahabat kita, kalian bisa datang ke AACC untuk berduka, berdoa, tabur bunga atau apapun sebagai tanda kalau kita semua peduli atas insiden sabtu kelabu. Kita jadikan ini adalah sebuah pengalaman, pelajaran yang sangat berharga untuk ke depannya, agar bisa lebih berhati-hati, tertib dan prihatin. Marilah kita sama-sama menjaga nama baik sceen underground, kalau kita itu tidak seburuk yang di tuduhkan media, aparat, ataupun lainnya (penyelenggara memberikan minuman keras terhadap setiap penonton yang hadir) terhadap kita para pecinta musik underground. Marilah kita berdiri bersama untuk meluruskan masalah ini. Ini mutlak adalah sebuah musibah. Novi, Dicky , Tian , Yusuf , Agung , Dodi , Ahmad Wahyu , Yudi , Novan , Ahmad fuqon. Goodbye.. God blast you all guys , we love you all. Kita selalu berdoa untuk kalian, karna kalian adalah bagian dari kami. Semoga kalian tenang di sisi yang maha kuasa. Semoga keluarga besar korban tabah dalam menghadapi cobaan yang berat ini. - BESIDE -

Mudah-mudahan peristiwa ini yang terakhir kalinya terjadi. Dan yang penting, musik underground tetap berkibar, mewarnai dunia musik Bandung, dan juga Indonesia. Lebih penting lagi, pasti ada pesan dari kejadian Beside ini yang bisa semua pihak ambil. Thanks bro.(*)

FUNERAL INCEPTION

FUNERAL INCEPTION

FUNERAL INCEPTION, Monster Death Metal asal Jakarta ini telah kembali dengan album penuh yang sudah lama di nantikan setelah sekian lama band ini menghilang. Terbentuk dari jelmaan sebuah band gore grind bernama BLOODY GORE yang terbentuk tahun 1996. Dengan formasi awal yaitu:
Doni - Vocal
Rio - Guitar
Pandi - Drum
Mithos - Bass
Sebelumnya ketika masih membawa bendera Bloody Gore band ini sempat merilis 2 MCD. MCD pertama dengan judul "Stench Of Your Perversion" kemudian dirilis ulang dalam format  CD oleh FETAL TAMPON DISEASE Records, Amerika Serikat.Dan MCD berikutnya berjudul "Blood Driven Vehemence" rdirilis oleh UXICON Records, Belgia. Kedua MCD tersebut mendapat sambutan yang luar biasa, setimpal dengan materi yang disajikan di dalamnya.

Pada bulan Mei  2002, Bloody Gore resmi mengubah namanya menjadi FUNERAL INCEPTION dan merekrut Pandi Ghebes (Sadistis) untuk mengisi posisi drummer. Dengan karakter yang depresif dan kencang BLOODY GORE memuntahkan debut album bertajuk "Anthems Of Disenchantment" di Palu Studio, Jakarta. Album yang berisi 10 lagu ini memberikan citarasa baru yang benar-benar beda dengan lagu-lagu saat masih membawa nama BLOODY GORE. Namun sayang pada bulan Maret 2003, FUNERAL INCEPTION harus merelakan kepergian Mithos (Bass)untuk konsentrasi dalam studinya. Kemudian diikuti Rio (Gitar)  yang harus konsentrasi di Rottrevore Records.
Akhirnya pada tahun 2006 Funeral Inception kembali menggebrak dengan formasi baru: Doni (Vocal), Heldevy (Guitar), Iwan (Guitar), Roni (Bass), AA (Drum). Dengan formasi ini Funeral Inception kembali meramaikan scene Metal Indonesia dan mencuri perhatian khalayak.
Ditengah kesibukan tour sana-sini  Funeral Inception juga mempersiapkan materi untuk albumpenuh keduanya. Dan akhirnya pada Oktober 2007mereka merekam 10 lagu baru di Studio Oranye, Jakarta.
Album ini ditangani oleh Joteng Kampret, salah satu operator legendaris dari Bandung,  yang juga gitaris dari Forgotten. Album ini diberi titel "H.A.T.E"

Album H.A.T.E yang berisi 10 lagu ini terasa sangat brutal namun sangat familiar dengan telinga pendengar musik Death Metal karena sudah menjadi ciri tersendiri dari band ini untuk dapat meberikan sentuhan yang khas dalam setiap lagu-lagunya. Simak saja lagu dengan judul 'Surga Dibawah Telapak Kaki Anjing' atau 'Lebih Baik Mati' dan 'Primitif'. Pilihan kata-katanya tidak arogan dan mudah dihapal oleh kita semua dan hanya lagu-lagu tersebut yang hanya bermodalkan lirik Indonesia selebihnya 7 lagu berbahasakan Inggris, wajar lah karena musik macam FUNERAL INCEPTION lebih cocok untuk berbahasakan Inggris dan pasar musik mereka juga lebih condong banyak ke manca negara. Album ini memang tidak hanya mengandalkan speed dan elemen-elemen standar lainnya dalam dunia musik Death Metal tetapi lebih fokus kepada teknikalitas dan well-structured song writer dengantempo bervariasi.

Kabarnya CD album yang dirilis oleh Rottrevore Records ini dalam perkembangannya sempat beredar dan diputar oleh radio-radio ekstrim Metal di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Jerman, Finlandia, Polandia, Italia, Perancis, Rusia dan beberapa negara lainnya. Seperti album sebelumnya, sebagian track dari album H.A.T.E ini juga masuk dalam beberapa CD album kompilasi bertaraf internasional.

Pada pertengahan 2008, Heldevy (Gitar) hengkang dari FUNERAL INCEPTION karena masalah keluarga. Kemudian posisinya digantikan oleh Nyoman (gitaris DROP). Awal Desember 2008 video klip untuk lagu "Surga Di Bawah Telapak Kaki Anjing" digarap di Purwokerto oleh salah satu rumah produksi dari kota Purwokerto juga. Dan tak lama berselang setelah proses pembuatan video klip tersebut, Achmad Mustaid alias AA (Drum) resmi mengundurkan diri sehingga FUNERAL INCEPTION harus memakai additional drummer di setiap event yang mereka tapaki.

Formai terakhir FUNERAL INCEPTION saat artikel ini saya posting adalah:
Doni - Vox
Edos - Guitar
Iwan - Guitar
Rusdi - Bass
Adyth - Drums

Band Gelap

PROMO SINGLE 2010 GELAP:
"ANGKARA MURKA"

LIRIK:

Aku Terdiam Diantara Jutaan DUsta
Di Tepian Luka Aku Berdiri
Diantara Ribuan Siksa
Dihadapan Duka

Angkara Murka...

Terhujam Nafsu Tersapa Hampa
Disini Aku Bertahan
Berselimut Luka Berbalut Lara
Menanti Hari Disaat Aku Terbebas
Dari Ribu Dendam

Diantara Lidah Yang Mengelu
Kurajut Air Untuk Menawan Api
Biarlah Kepak Sayap Iblis Meraja
Kurengkuh Surga Kutelan Neraka
Dari Ribu Dendam

Dan Hancurlah Segala Asa
Dan Kini Aku Meronta
Dan Pergilah Bersama Kemunafikan
Yang Membutakan

Angkara Murka

Rotten Corpse

ROTTEN CORPSE ; FIRST BLOOD AND CURSED


Ini epos tentang Rotten Corpse, sebuah legenda brutal death asal Malang yang pertama kali mempresentasikan nada-nada ekstrim kepada khalayak metal Indonesia. Kisah nyata band lokal yang membuka jalan penuh cadas dan melesat tinggi dalam waktu singkat. Namun juga penuh duri tajam serta konflik berkepanjangan. Ngotot bertahan tapi akhirnya seperti diselimuti kutukan. Jika itu sebuah kenangan dan seribu pelajaran, maka simak sedikit catatan kisah mereka. A legendary maggots. This is the ultimated classic!...

"Awalnya pada tahun 1994 cikal bakal Rotten Corpse adalah sekedar band session aja. Waktu itu saya udah malang-melintang bikin band ini-itu, dengan genre yang ini-itu juga. Sementara saya nge-fans banget sama band-nya Adyth, Orchestration Foolish. Band temen deket yang saya anggap paling oke, paling rapi di antara semuanya," jelas Aryev Gobel ketika mengingat kembali dari mana kisah epik metal ini harus dimulai.


Dia lalu melanjutkan ceritanya, "Si Adyth lah yang pertama kali nawarin bikin band session itu. Kita pengen coba main di genre metal yang lebih berat dan berisik. Setelah melalui tahap adaptasi personel, kita sepakat untuk serius dan band session ini dinamai Disgorged dengan formasi awal ; saya di vokal, Adyth dan Wawan di gitar, Upik di bass, dan Anton di drum."


Berbagai proses dilalui, hingga akhirnya pada pertengahan Juni 1995 mereka dengan mantap mengubah nama band itu menjadi Rotten Corpse. Gitaris Adyth [eks Orchestration Foolish], vokalis Aryev Gobel [eks Abstain], gitaris Wawan [eks Lunatic Asylum], bassis Upick [eks Orchestration Foolish], dan drummer Anton [eks Lunatic Asylum] tampak cukup antusias untuk mengibarkan bendera brutal death metal di tanah Malang.

Sejarah mencatat, Orchestration Foolish dan Abstain merupakan dua band metal yang sering tampil dalam berbagai event festival musik garapan Gemma [Generasi Musisi Muda Malang] di rentang tahun 1992 - 1995. Sedangkan Lunatic Asylum adalah proyek band death metal bentukan trio Adyth, Wawan dan Anton - yang seingat penulis hanya sempat manggung satu kali di kampus Unibraw dengan mengusung lagu-lagu kover milik band metal Austria, Disastrous Murmur.


Begitu resmi terbentuk, Rotten Corpse langsung tancap gas berlatih di studio dan berawal dari mengkover lagu-lagu milik Cannibal Corpse, Suffocation, hingga Broken Hope. Tidak lama, Adyth dkk mulai berani tampil di sejumlah gigs, parade band dan berbagai event musik kampus yang ada di Malang.


Sebagai band baru, pada masa itu mereka musti rela membayar biaya pendaftaran untuk manggung. Di setiap pentas, Adyth dkk juga kerap membawa suporter setia - yang notabene adalah temen-temen dekat mereka sendiri. Rotten Corpse sempat menggemparkan event Singosari Open Air, di mana Anton berhasil menyabet gelar 'Drummer Terbaik' dan dapat trophy sebagai kenang-kenangan. Weird?!...


Pada akhir tahun 1995, Upick terpaksa cabut karena pekerjaan dan posisinya digantikan oleh Didik, pemuda pendiam asal Nganjuk hasil rekomendasi dari Afril [Extreme Decay]. Menyusul tak lama kemudian Wawan juga keluar dari Rotten Corpse, dan membentuk grup band Adzab yang beraliran black metal. Mulai saat itulah formasi Rotten Corpse menjadi empat orang dengan menyisakan Adyth yang sendirian di sektor gitar, sekaligus sebagai mastermind yang mengelola materi musik dan karir band.

Di awal tahun berikutnya, Rotten Corpse coba merilis demo pertama yang mereka beri titel Maggot Sickness. Demo yang direkam selama dua jam secara live-track di studio Oase itu justru jadi momentum penting bagi langkah karir Rotten Corpse selanjutnya. Rekaman demo itulah yang memancing banyak reaksi kekaguman serta efek positif dari berbagai scene musik cadas di Indonesia. Dan nama Rotten Corpse makin sering disebut serta mulai hangat dibicarakan...


"Itulah kuncinya," cetus Aryev Gobel. "Demo rekaman yang berkualitas minim banget itu sempat dibawa ke Bandung yang kala itu merupakan kota sejuta harapan bagi semua band underground. Demo itu diperkenalkan pada komunitas di sana dan bisa menunjukkan bahwa Malang, kota kecil yang tidak begitu mencolok mempunyai satu monster yang sanggup memporak-porandakan pasar underground. Dan itu memang terjadi!..."


Akibat demo sederhana itu Rotten Corpse akhirnya diundang ke Bandung untuk tampil di salah satu konser cadas yang sangat monumental, Bandung Underground #2 di gedung Saparua, 21 Juli 1996. Dengan bersemangat sang vokalis kembali berujar, "Show pertama kita di Bandung itu memang luar biasa. Kita sanggup membuat mereka tercengang. Kita sanggup memposisikan Rotten Corpse menjadi monster yang sangat mengerikan di kalangan underground Indonesia!"


Tak ayal, nama Rotten Corpse langsung melesat dan mulai menjadi 'national-highlight' bagi pencinta musik ekstrim di negeri ini. Sepekan kemudian, tepatnya tanggal 28 Juli 1996, Adyth dkk menjadi headliner pada ajang Parade Musik Underground di gedung YPAC, Malang. Di sini Rotten Corpse kembali menjadi bintang dengan performanya yang nyaris sempurna.


Puncaknya mulai terjadi pembicaraan antara Rotten Corpse dengan Hariyanto a.k.a Mas Harry dari HR Production [produsen kaos yang berdomisili di Surabaya] yang ingin memproduksi debut album Adyth dkk. Mas Harry sepakat bikin label metal independen dengan nama Graveyard Production, dan mengontrak Rotten Corpse sebagai artis band pertamanya. Dia juga yang bertindak sebagai manajer band kebanggaan arek Malang tersebut.


Akhirnya pada bulan November 1996 Rotten Corpse menjalani proses rekaman selama lima hari penuh di studio Natural [Surabaya] dengan produser Mas Harry dan dibantu Irwan sebagai sound engineer. Proses rekaman mereka saat itu terbilang cukup mewah dan fenomenal bagi kalangan komunitas metal. Sebab Adyth dkk mulai meninggalkan gaya live-recording dan berani menggunakan sistem track-recording untuk mendapatkan hasil rekaman yang maksimal. Metode rekaman seperti itu masih jarang digunakan oleh kebanyakan band underground pada jaman itu karena keterbatasan sarana dan equipment standard, serta memerlukan waktu dan biaya yang lumayan besar.


Sementara proses mixing materi rekaman Rotten Corpse masih digarap, Adyth dkk kembali menghajar beberapa event metal raksasa, seperti misalnya Underground Siang Bolong [Surabaya], Total Noise [Jakarta], dan PMU #2 [Malang]. Alhasil nama Rotten Corpse semakin mengkilap saja di blantika musik cadas tanah air.


Tepat di akhir tahun 1996, Graveyard Production resmi merilis album Rotten Corpse yang bertitel Maggot Sickness. Di dalamnya berisi delapan lagu yang digarap cukup maksimal, dan sukses menggelontorkan sejumlah singel keren seperti Rotten Solid Brain, Broken Hope, atau Mindless Tentacles. Yah, sebuah masterpiece!...


Respon publik dan pasar metal Indonesia tentunya sangat menggembirakan. Maggot Sickness menjadi album metal yang cukup bersinar di jamannya, dan sempat diklaim oleh seorang jurnalis musik sebagai salah satu dari 20 album rock-lokal yang revolusioner [majalah MTV Trax2, Juli 2004]. Dalam artikel itu juga tertulis, "Album debut mereka yang bertitel 'Maggot Sickness' saat itu menggemparkan scene metal di Jakarta, Bandung, Jogjakarta dan Bali karena komposisinya yang solid dan kualitas rekamannya yang top notch."


Berbagai media metal-underground juga memberi komentar dan review yang positif. Sebuah fanzine lokal bernama Loudly Press menaruh Maggot Sickness di list pertama dalam rubrik Five Malang Essential Records - dengan kutipan singkat, "...sebuah perjuangan yang sangat tidak pantas untuk dilupakan. Sebuah album untuk semua diehard metalheads!"


Tanpa bermaksud melebih-lebihkan, Aryev Gobel ikut buka mulut lebar-lebar soal rilisan itu, "Maggot Sickness adalah album masterpiece yang pernah dilahirkan oleh praktisi band underground dalam kualitas recording, materi musik, dan artwork. Perpaduan teknik analog dan manual artwork yang orisinal menjadikan album ini benar-benar melegenda."




Perlu diketahui bahwa sampul depan Maggot Sickness itu benar-benar 'asli dan nyata'. Ceritanya dalam sesi foto kover itu kaki Aryev Gobel rela dilumuri cat merah dan saus kental serta diguyur sekantong belatung hidup yang biasa di pakai sebagai pakan burung peliharaan. Hasil fotonya lalu diolah sedikit di komputer dan jadilah salah satu karya sampul album yang paling 'orisinil' di scene metal Indonesia.


Kedahsyatan Maggot Sickness menyeberang hingga ke negara tetangga. Di awal tahun 1997, album itu dirilis kembali oleh Ultra Hingax Prod dan VSP dengan titel Rotten Corpse [self-titled] untuk pasar distribusi Malaysia dan Singapore. Bahkan tiga lagu mereka - Rotten Solid Brain, Sound Bitter, Mindless Tentacles - masih sempat masuk dalam proyek kompilasi Ultra Violence yang diterbitkan oleh Ultra Hingax Prod [2000] di wilayah negeri jiran.


Sayangnya kesuksesan Rotten Corpse tidak lalu dibarengi dengan solidnya hubungan internal di tubuh band. Perlahan muncul keretakan antar personil akibat ego yang berlebih atau benturan kepentingan. Bahkan sejak itu mulai muncul isu-isu tak sedap yang justru datang dari seputar scene mereka sendiri. Agaknya Rotten Corpse sempat kaget dengan popularitas mendadak yang mereka terima. Scene lokal juga tampak belum siap menerima perubahan yang terjadi pada band yang sempat mereka bangga-banggakan itu. Yang muncul kemudian adalah bibit prasangka, iri, curiga, opini negatif, serta vonis yang berlebihan.




"Saya pribadi memang shock berat dengan begitu cepat populernya band ini. Saya jadi dikenal, banyak banget yang berinteraksi baik secara poistif maupun negatif. Tekanan-tekanan menjadi 'artis' pun nyata saya rasakan, baik secara psikologis maupun fisik!" ungkap Aryev Gobel jujur.


Dalam kasus ini, mitos bahwa konflik internal hampir selalu menyertai band yang terlalu cepat sukses mungkin benar adanya. Puncaknya pada pertengahan tahun 1997, Aryev Gobel keluar dari Rotten Corpse. "Kegilaan saya terhadap narkoba tidak dibarengi dengan pemikiran personel lain yang penuh pengertian. Cukup satu vonis, saya adalah pengganggu dan harus keluar dari Rotten Corpse!" aku Aryev Gobel yang lalu memilih bergabung di grupband Santhet sebagai drummer.


Sepeninggal Aryev Gobel, Rotten Corpse terus bertahan. Apalagi tawaran manggung masih datang dari berbagai pentas. Akhirnya posisi vokal diisi oleh Ferry Rinaldi [eks Brain Maggots]. Dalam waktu yang hampir bersamaan, Wawan dpanggil kembali untuk mengisi ruang gitar yang pernah ia tinggalkan. Rotten Corpse kembali dalam formasi berlima dengan duo gitaris yang gahar.


Pada bulan Juli 1997, Rotten Corpse kembali diundang manggung di kota kembang dalam acara Bandung Berisik #2. Saat itu mereka berangkat tanpa Anton dan Didik yang sedang ujian di kampusnya. Terpaksa dalam konser itu Adyth, Ferry dan Wawan meminta bantuan sahabat mereka yaitu Hendra [drum] dan Ratno [bass] dari grupband Motorhead sebagai additional musicians. Uniknya, tepat seminggu kemudian giliran Adyth yang diajak manggung membantu Motordeath ketika band Bandung itu show di event Hullabaloo #3? .


Sepulang dari Bandung itu sebenarnya sudah tampak sekali kalau pondasi Rotten Corpse mulai retak. Kejenuhan memuncak, konflik internal semakin tajam, dan perang kepentingan terjadi satu sama lain. Adyth selaku mastermind kelompok ini tampak mulai kehilangan akal dalam menyatukan visi bermusik personil lainnya. Bisakah nasib mereka diselamatkan?!...


Hingga pada suatu sore di bulan Agustus 1997, Adyth tiba-tiba mengontak salah seorang editor Mindblast fanzine dengan maksud ingin menyampaikan satu informasi penting. Pertemuan mendadak dilakukan di sebuah warung kopi sederhana dekat markas redaksi Mindblast. Sore itu dia mengaku baru saja melakukan pertemuan internal dengan semua personil band dan mendapatkan satu keputusan penting tentang karir musik mereka.
"Ini berita resmi dari Rotten Corpse, dan kamu orang pertama yang aku kasih tahu ya," kata Adyth dengan mimik wajah serius. "Gini, aku akan balik ke Bandung dalam waktu dekat ini. Mau nerusin studi di sana. Trus soal Rotten Corpse, kita tadi udah sepakat kalo nama Rotten Corpse akan aku bawa serta ke Bandung."


Bagaikan geledek di siang bolong. Berita ini sungguh mengagetkan. Meski sebenarnya sudah lama tercium indikasi ke arah perpecahan Rotten Corpse. Namun tidak ada yang menyangka kalau ternyata skenarionya seperti ini. Adyth mengusung nama Rotten Corpse di Bandung? Sama siapa? Terus bagaimana nasib empat personil lainnya di Malang? Apakah ini bahasa lain dari Rotten Corpse yang memutuskan bubar total?...


"Tenang aja. Rotten Corpse bakal terus eksis kok. Hanya pindah home base aja ke Bandung!" kata Adyth hati-hati seperti tidak ingin menyinggung perasaaan siapapun. Dia bukannya memecat ke-empat personil yang lain. Dalam bahasa yang dia pakai adalah 'meminta Anton dkk untuk mengundurkan diri dari band'. Sebab selaku personil yang menulis hampir semua materi lagu serta mengelola semua urusan karir band, dia merasa yang paling berhak menggunakan nama Rotten Corpse.


"Yah kita liat saja gimana entar jadinya. Sampai di Bandung nanti aku akan langsung cari orang-orang yang mau bantu membentuk Rotten Corpse yang lebih matang dan serius. Lagipula di sana kayaknya lebih menjanjikan untuk maen musik," jelasnya kemudian.


Tidak lama setelah 'konferensi pers' eksklusif tersebut, tepatnya di bulan September 1997, Adyth benar-benar pulang kampung ke Bandung. Di sana ia dibantu oleh para personil Motordeath untuk membangun dinasti Rotten Corpse yang baru. Setelah berlatih singkat di studio, mereka langsung diundang tampil dalam sebuah konser musik cadas di Denpasar, Bali.


Sementara itu di waktu yang bersamaan, sisa personil yang tertinggal di Malang ternyata masih menyatakan diri eksis dan berhak menyandang nama Rotten Corpse. Ferry, Didik, Wawan, dan Anton tetap coba bertahan dalam manajemen Graveyard Production. Mereka juga mulai kembali ke studio dan sempat beberapa kali mengisi gigs lokal yang ada.



Munculnya dua kubu yang berlabelkan Rotten Corpse itu cukup membingungkan masyarakat metal. Pro-kontra mulai merebak luas. Kedua kubu tetap saling klaim dan merasa paling berhak. Panitia acara musik pun bingung musti mengontak Rotten Corpse yang mana?! Saking bingungnya, Mindblast sendiri bahkan memuat artikel berjudul Rotten Corpse satu halaman penuh yang hanya berisi tanda tanya besar [?] tanpa tulisan apapun di edisi ketiganya. Berbagai 'upaya damai' tidak mampu meredakan sengketa dan konflik di antara mereka sendiri.


Namun semua itu berjalan tidak terlalu lama. Adyth tampaknya kesulitan berjuang sendirian dengan brand lawas Rotten Corpse di Bandung. Sementara Anton dkk di Malang seperti kehilangan nahkoda serta agak kewalahan mengelola karir band tanpa sentuhan Adyth. Dan perlahan kedua kubu Rotten Corpse itu tidak pernah ada kabarnya lagi. Selesai sampai di sinikah sejarah Rotten Corpse?! Mmhh, belum tentu...


Di awal tahun 1998 tersiar kabar bahwa Adyth membentuk grupband deathmetal anyar yaitu Disinfected. Kelompok itu diperkuat juga oleh nama-nama paten dari scene metal Ujungberung Bandung, seperti Amenk [eks Embalmed] dan Andris [Burgerkill]. Tidak lama mereka langsung merilis debut album yang bertitel Melted rilisan Extreme Souls Production. Menurut sebagian kawan, album yang mendapatkan respon hangat dari fans metal itu punya nuansa musik khas Rotten Corpse. Sungguh masuk akal, sebab hampir semua materi dasar lagunya memang ditulis oleh Adyth. Bisa dibayangkan kalau Melted adalah 'album kedua dari Rotten Corpse'?!...


Setelah merilis rekaman, nama Disinfected melesat di scene metal Indonesia. Berbagai panggung musik mulai dijajal. Bahkan mereka sempat diundang tampil di kota Malang dalam event bertajuk Malang Metal Fest. Adyth sendiri tampak enjoy bermusik di Disinfected dan mulai melupakan ambisinya mengusung nama Rotten Corpse yang sepertinya sarat 'kutukan'.


Tetapi nama Rotten Corpse sendiri ibarat 'pesugihan' yang selalu dicari sekaligus 'kutukan' yang terus menghantui. Buktinya pada akhir tahun 1998, Aryev Gobel bangkit dan membentuk kembali Rotten Corpse bersama gitaris Mentho [Keramat], bassist Yongki [Suffer In Crease], dan drummer Eko [Keramat]. Setelah ending yang tidak 'happy' di masa sebelumnya, sekuel kedua dari Rotten Corpse tampaknya dimulai dari sini...


Mereka langsung aktif berlatih di studio legendaris Centra, sambil sesekali manggung di sejumlah gigs lokal dan memproduksi beberapa merchandise. Akhirnya Rotten Corpse formasi baru pimpinan Aryev Gobel itu berhasil membuat satu karya nyata. Mereka sempat merilis sebuah singel yang berjudul Awakening untuk salah satu seri kompilasi cadas Brutally Sickness rilisan Extreme Souls Production.


Setelah tampil membuka show Edane di Malang dan mengisi sejumlah gigs lokal dalam rentang tahun 1999-2000, Rotten Corpse sempat dikabarkan akan merilis full-album melalui label Rottrevore records. Namun berita itu tidak pernah menjadi kenyataan. Begitu juga Rotten Corpse seperti berada di persimpangan antara 'ada dan tiada'. Sialan, rupanya 'kutukan' itu masih berlanjut...


"Dengan berat hati, ibarat putus pacaran, saya terpaksa tidak tahu menahu soal band ini. Saya tidak tahu kenapa, Rotten Corpse seperti mengantuk, pengen tidur terus. Sementara konflik-konflik internal pun tidak kunjung berhenti dan akhirnya mematikan band besar ini," tutur Aryev Gobel yang sekarang menjabat vokalis Keramat dan bekerja sebagai desainer grafis di sebuah pabrik rokok di Malang.


Seingat penulis, sejak tahun 2001 nama Rotten Corpse sudah tidak disebut-sebut lagi. Rotten Corpse is dead?! Well, seperti biasa, tidak pernah sekali pun ada pernyataan resmi mengenai keputusan bubarnya Rotten Corpse dari pihak-pihak terkait. Selalu saja misterius. Orang-orangnya masih ada di sekitar, tetapi nama Rotten Corpse perlahan lenyap begitu saja. Sebagian orang yang percaya kutukan berpendapat bahwa mungkin sebaiknya Rotten Corpse tidak usah ada lagi dan biarkan jadi sejarah...


And where is everybody now?!... Adyth saat ini sudah berkeluarga dan bekerja sebagai desainer grafis di Jakarta. Anton masih bekerja di Malang dan jadi drummer di Silence Is Broken - setelah sempat memperkuat banyak band lokal ; Disintegrate, System Error, sampai Davyjones. Wawan yang pernah main gitar di Adzab, Disaffection dan Antipathy sempat hijrah ke Ukraina bareng pacar bulenya. Didik kabarnya bikin band metal di Nganjuk. Upick sudah berkeluarga dan bekerja di Pandaan. Ferry Rinaldi sudah menikah dan menetap di Pandaan. Yongki berhenti bermusik dan tinggal di Malang. Aryev Gobel, Mentho dan Eko masih main musik bersama di Keramat. Mas Harry tetap di Surabaya, menekuni bisnis sablon dan jadi kolektor metal. They're all kvlt!...


Meski hanya eksis dalam waktu singkat dan dilanda berbagai konflik, setidaknya Rotten Corpse pernah menggoreskan tinta emas dalam sejarah musik metal di Malang, bahkan di Indonesia. Sampai-sampai muncul mitos bahwa hingga hari ini belum ada band metal Malang yang pernah mencapai level seperti Rotten Corpse - yang punya karya musik berkualitas, direspon secara masif, dan sangat menginspirasi banyak orang.


Sampai detik ini, satu-satunya album Maggot Sickness tetap menjadi klasik dan masih diburu dengan harga lumayan tinggi. Beberapa band lokal tercatat masih mengkover lagu-lagunya. Fans dari dalam dan luar negeri masih terus menanyakan stok rekamannya. Album bajakannya bahkan ludes diserbu pembeli. Begitu juga dengan merchandise-nya di pasaran gelap. Organiser show Kolektif Radiasi masih bercita-cita untuk membawa line-up klasik Rotten Corpse ke dalam sebuah konser reuni. Atau memang sudah sepantasnya band ini mendapatkan sebuah tribut khusus...


Penulis yakin mereka yang pernah bersama dan mengalami sejarah dengan band ini akan terus mengenang kejayaan yang singkat itu. Sejarah yang diukir Rotten Corpse akan selalu terasa emosional. Dari sisi yang baik maupun yang buruk. Seperti diungkapkan Aryev Gobel yang sampai rela merajah logo band Rotten Corpse di kulit tubuhnya, "Saya pribadi merasa bangga pernah punya band sedahsyat ini. Sampai mati band ini akan tetap di dada!..."


[Samack]
Foto & Gambar oleh Aryev Gobel [dok.RC] / Boris [dok.Mindblast].


Penulis adalah editor Mindblast [1996-1998] dan mantan roadies Rotten Corpse.
Sumber data dan transkrip diambil dari Mindblast fanzine, Selebaran Gerilya, dan Solidrock. Special thanks to Aryev Gobel for his holy testimony!...

Selasa, 16 Agustus 2011

Sejarah Dream Theater

Dream Theater adalah grup musik terhebat di dunia ini sekarang dan beraliran progressive metal (progmet). Band tersebut dibentuk oleh tiga murid sekolah musik The Berklee College of Music pada 1985. Yakni, John Myung (bas), Mike Portnoy (drum), dan John Petrucci (gitar). Kevin Moore, teman SMA Petrucci direkrut oleh mereka untuk memainkan keyboard dan Chris Collins sebagai vokalis. Sejak dibentuk pada 24 tahun yang lalu, mereka menjadi salah satu band progmet yang sukses, meski keberadaannya belum begitu kuat di antara aliran musik pop dan rock saat itu. Dua album mereka memperoleh penjualan tertinggi, yakni, Image’s and Word (1992) dan Octavarium (2005). Kedua album tersebut memperoleh penghargaan Gold Record dan tetap dihormati sebagai album progmet. Album tersebut, meski hanya menduduki peringkat ke-61 (Image’s and Word) dan peringkat ke-36 (Octavarium) tangga lagu Billboard 200 Charts, musik band tersebut dikenal sangat bagus. Terutama masing-masing personelnya dalam memainkan alat musik. Karena itu, memenangi banyak penghargaan dari majalah musik. Mereka sangat dihormati oleh musisi besar rock dan metal. Anggota band tersebut juga sering berkolaborasi dengan musisi besar lain. Misalnya, John Petrucci menjadi salah satu gitaris dalam kolaborasi G3 bersama Joe satriani dan Steve Vai. Hal itu mengikuti langkah Eric Jhonson, Robert Fripp, Yngwie Malmsteen, dan gitaris berpengaruh lainnya dalam G3 sebelumnya. Dream Theater juga tercatat sebagai band yang beraliran sangat unik. Dengan skill masing-masing personelnya yang mumpuni, mereka mampu menggabungkan beberapa genre musik yang berbeda hingga menjadi suatu aliran musik yang benar-benar baru dalam kancah rock(rock improvmen yakni progressif rock). Beberapa personelnya sering bergabung dalam konser grup-grup dan musisi besar seperti include Deep Purple, Emerson Lake and Palmer, Iron Maiden, Joe Satriani, King’s X, Marillion, Megadeth, In Flames, Pain of Salvation, Porcupine Tree, Queensrÿche, Spock’s Beard, Fear Factory, Symphony X, dan Yes. Pada 2005, Dream Theater mengadakan tur konser bersama Megadeth. Tur yang diadakan di Amerika Utara tersebut berlabel Gigantour.

Dream Theater dibentuk pada bulan September 1985, ketika gitaris John Petrucci dan bassis John Myung memutuskan untuk membentuk sebuah band untuk mengisi waktu luang mereka ketika bersekolah di Berklee College of Music di Boston. Mereka lalu bertemu seorang pemain drum, Mike Portnoy, di salah satu ruang latihan di Berklee, dan setelah dua hari negosiasi, mereka berhasil mengajak Mike Portnoy untuk bergabung. Setelah itu, mereka bertiga ingin mengisi dua tempat kosong di band tersebut, dan Petrucci bertanya kepada teman band, Kevin Moore, untuk menjadi pemain keyboard. Dia setuju, dan ketika Chris Collins diajak untuk menjadi vokalis, band tersebut sudah komplit.
Dengan lima anggota, mereka memutuskan untuk menamai band tersebut dengan nama Majesty. Menurut dokumentasi DVD Score, mereka berlima sedang mengantri tiket untuk konser Rush di Berklee Performance Center ketika mendengarkan Rush dengan Boom Box. Portnoy lalu berkata bahwa akhiran dari lagu tersebut (Bastille Day) terdengar sangat “majestic“. Pada saat itulah mereka memutuskan Majesty adalah nama yang bagus untuk sebuah band, dan tetap bagus sampai sekarang.
Pada saat - saat tersebut, Portnoy, Petrucci dan Myung masih berkutat dengan kuliah mereka, juga dengan kerja paruh waktu dan mengajar. Jadwal mereka menjadi kian ketat sehingga mereka harus memutuskan antara mengejar karir di bidang musik atau mengakhiri band Majesty. Namun akhirnya Majesty menang dan mereka bertiga keluar dari Berklee untuk berkonsentrasi di karir musik. Petrucci mengomentari tentang hal ini di dokumentasi DVD Score, berkata bahwa saat tersebut sangat susah untuk meminta kepada orang tuanya untuk pergi ke sekolah musik. Dan lebih susah lagi untuk menyakinkan orang tuanya agar ia boleh keluar dari sekolah.
Moore juga akhirnya keluar dari sekolahnya, SUNY Fredonia, untuk berkonsentrasi dengan band tersebut.

Beberapa teknik penulisan lagu yang unik telah dilakukan oleh Dream Theater, yang kebanyakan terjadi di masa - masa sekarang, ketika mereka bisa bereksperimen dengan label rekaman mereka sendiri.
Dimulai dengan Train of Thought, Dream Theater sudah memulai memasukkan elemen - elemen kecil dan tersembunyi di musik mereka, dan memuat elemen tersebut kepada peminat yang lebih fanatik. Karakteristik yang paling terkenal (yang biasa disebut “nugget”) tersembunyi di “In the Name of God“, yang merupakan sandi morse dari “Eat my Ass and Balls” (makan pantatku dan penisku), yang merupakan kata - kata terkenal dari Mike Portnoy. Sejak saat itu, banyak peminat-peminat Dream Theater mulai berusaha menemukan hal - hal kecil yang biasanya tidak menarik bagi peminat biasa.

Beberapa dari teknik mereka yang terkenal termasuk:
1. Suara dari fonograf di akhiran dari “Finally Free” di album Scenes from a Memory adalah suara yang sama di awalan “The Glass Prison” di album berikutnya, Six Degrees of Inner Turbulence. Dan akhiran kunci terakhir di “As I Am” sama dengan kunci yang digunakan di album selanjutnya, Train of Thought. Juga, not piano yang dimainkan di akhiran “In the Name of God” di ‘Train of Thought adalah not yang sama dengan pembukaan “The Root of All Evil” di album berikutnya, Octavarium.
2. Tiga bagian dari “The Glass Prison” di Six Degrees of Inner Turbulence, dua bagian dari “This Dying Soul” di Train of Thought dan dua bagian dari “The Root of All Evil” di Octavarium menunjukkan tujuh poin pertama dari dua belas poin - poin di program Alcoholics Anonymous oleh Bill Wilson, yang mana program itu diikuti oleh Mike Portnoy. Ia juga berkata bahwa ia akan membuat lagu - lagu lain yang memuat lima program lainnya, yang akan ditujukan untuk Wilson
3. Dream Theater kadang menggunakan teknik penulisan lagu dimana bagian - bagian dari sebuah lagu dikembangkan tiap kali mereka dimainkan. Contohnya, lagu “6:00” dari Awake. Setelah awalan lagu, mereka hampir memainkan chorus, tapi mengulang lagu tersebut dari awalan lagi (di menit 1:33). Dan ketika chorus sudah seharusnya dimainkan pada saat berikutnya, mereka mengulang lagi dari awalan, di menit 2:11. Teknik ini bisa juga ditemukan di “Peruvian Skies“, “Blind Faith” dan “Endless Sacrifice“
4. Penggunaan notasi yang berulang - ulang juga digunakan, yang sudah dikenal dari lagu - lagu Charles Ives, contohnya:
#Tema lagu “Wait for Sleep” muncul di “Learning to Live” (menit 8:11) dan juga muncul dua kali di “Just Let Me Breath” (menit 3:39 dan 5:21)
# Tema lagu “Learning to Live” muncul di “Another Day” (menit 2:53)
# Tema lagu “Space-Dye Vest” digunakan beberapa kali di album Awake.
# Tema pembukaan dari “Erotomania” digunakan di “Voices” di Awake (menit 4:51).
# Satu dari melodi - melodi di “Metropolis Pt 1 (The Miracle and the Sleeper)” diulang di chorus kedua di “Home” dari Metropolis Pt 2 (Scenes From A Memory), dengan cuma pengubahan satu kata. Beberapa lirik dari Metropolis Pt 1 juga digunakan di “Home”. Pada dasarnya, keseluruhan album “Scenes From A Memory” penuh dengan musikal/lirikal/konseptual variasi dari elemen - elemen musikal dari “Metropolis Pt 1; dan “The Dance of Eternity” sebenarnya dibangun dari variasi - variasi elemen musik di lagu - lagu dalam album tersebut.
# Bagian - bagian dari tiap lagu di album “Octavarium” telah digunakan di bagian kelima dari lagu berjudul sama, “Octavarium”.
5. Six Degrees of Inner Turbulence, studio album ke enam mereka, memuat enam lagu dan mempunyai karakter - karakter angka enam di judul-judul lagunya. Train of Thought, studio album ke tujuh mereka, memuat tujuh lagu. Octavarium, studio album ke delapan mereka memuat delapan lagu dan judul albumnya diambil dari kata octo, yang merupakan kata Latin yang berarti delapan, berarti satu oktaf dari istilah musik, yang mana merupakan jarak dari satu not ke not lain adalah delapan not di tangga nada diatonik. Judul lagu dari CD ini adalah 24 menit, kelipatan dari 8. Halaman depan albumnya juga memuat karakter - karakter yang berhubungan dengan 5 dan 8. Contohnya, satu set dari kotak - kotak putih dan kotak - kotak hitam, mempunyai arti satu oktaf dari piano.
6. Lagu “Octavarium” dulunya ingin diakhiri dengan seruling yang bergema serupa dengan awalan lagu tersebut. Namun diganti dengan not piano yang sama dari awalan album Octavarium. Mike Portnoy telah mengatakan bahwa seri awalan - akhiran album akan berhenti disini, karena album ke sembilan mendatang tidak akan diawali dengan akhiran “Octavarium”
Analisis detil tentang “nugget” di “Octavarium” (disebut oleh Mike Portnoy sebagai “sebuah nugget raksasa”) telah dipublikasikan di sebuah situs independen.

======= JOHN PETRUCCI=======
John besar di Long Island, tepatnya di King park, dimana dia, John Myung, Kevin moore bersekolah bersama. John mulai Belajar gitar ketika masih berumur 12 tahun (sebelumnya dia pernah belajar ketika berumur 8 tahun tetapi menyerah ketika dia melihat kakak perempuannya harus begadang tiap malam belajar main organ. Dia tidak merencanakan untuk menjadi seperti itu, dia belajar gitar sepulang sekolah dan akhirnya dia menjadi tidak tertarik lagi). Namun dia mulai banyak terpengaruh oleh permainan gitar dari gitaris semacam Yngwie Malmsteen, Randy Rhoads (gitaris Ozzy Osbourne), Iron Maiden, Steve Ray Vaughn, dan grup besar Semacam Yes, Rush, Dixie Dregs dan lain- lain, dia mulai bertekad untuk mencapai level permainan seperti mereka.
Sebagaimana kemunculan musik trash metal yang membuat John tertarik, maka John juga memperluas influencenya dengan mendengarkan Metallica, Queensryche. John merasa membutuhkan tantangan yang lebih dalam tehnik gitar, oleh karena itu dia banyak mengadaptasi hammering speed, melodic style dari gitaris-gitaris seperti Steves (Steve Morse, Steve Vai), The Als (Allan Holdsworth, Al Dimeola) Mike Stern, Joe Satriani, Neal Schon, Eddie Van Halen.

Pendidikan musiknya dimulai dengan berbagai kelas teori musik yang dia ambil ketika high school. Dia belajar secara otodidak, tetapi Dia sempat menerima beberapa pelajaran gitar yang dia ambil ketika dia masuk ke Berklee College of Music di Boston, dimana dia mempelajari komposisi jazz dan harmoni. Ketika di Berklee, John Petrucci dan John Myung yang juga belajar di Berklee bertemu dengan Mike Portnoy, dan mereka mulai membuat band yang diberi nama Majesty yang nantinya kemudian berganti nama menjadi Dream Theater. John sudah merekam 7 album dengan Dream Theater, dan dia juga banyak terlibat dengan beberapa proyek sampingan seperti Liquid Tension Experiment dengan Tony Levin, Age of Impact, dan bahkan game Sega Saturn yang disebut Necronomicon, dan juga terakhir dia terlibat dalam proyek G3 Bersama Joe Satriani dan Steve Vai. Kecintaan dia pada menulis lirik dikombinasikan dengan gaya komposisi yang unik dari progressive fusion mengasah bentuk musik dari Dream Theater.
John tinggal bersama istrinya Rena, dan 3 anaknya SamiJO, Reny, dan Kiara di New York. Ketika dia tidak bermain gitar dia banyak menghabiskan waktunya dengan istri dan anak-anaknya dengan bermain skating, bersepeda, berolahraga dan menonton film.
John sedang merencanakan membuat solo albumnya yang pertama. Lagu-lagu barunya yang dia mainkan ketika bersama G3 juga akan ada di solo album tersebut. Jaws of Life (sebelumnya I.B.S.), Damage Control and Glasgow Kiss. Dia melibatkan beberapa musisi seperti Dave LaRue pada bass, Dave DiCenso dan Tony Verderosa pada drum.

======= MIKE PORTNOY =======
Michael Stephen Portnoy lahir di Long Beach, New York, di Long Island. Portnoy memulai karir di local bands Intruder, Rising Power, dan Inner Sanctum. Dia meninggalkan Inner Sanctum setelah mendapat penghargaan beasiswa dari Berklee College of Music. Selama kuliah di Berklee College of Music ini, Portnoy bertemu dengan Petrucci dan Myung. Portnoy bersama Petrucci dan Myung membentuk band bernama Majesty dan akan menjadi Dream Theater. Portnoy adalah drummer Amerika pertama yang tercatat sebagai drummer sekaligus backing vocals band progressive metal Dream Theater. Dia memenangkan 23 awards dari Modern Drummer magazine.

======= JOHN MYUNG =======
”’John Ro Myung”’ adalah seorang bassist dan anggota pembentuk grup progressive metal Dream Theater. Dia merupakan satu-satunya anggota Dream Theater yang memiliki keturunan Asia yaitu Korea. Basist yang satu ini adalah basist yang diam-diam menghanyutkan. Di dalam groupnya selalu berusaha untuk stay low, tidak pernah menarik perhatian, dan jarang berbicara. Di kalangan fans Dream Theather bahkan ada lelucon bahwa yg pernah melihat John Myung berbicara berarti dia adalah fans yang beruntung hehehehehe. Dedikasinya buat musik enggak tanggung-tanggung ketika masih kuliah musik di Berklee bareng rekannya John Petrucci dia memiliki komitmen berlatih 6 jam sehari. Permainannya sendiri juga mantep kalo denger musiknya Dream Theather. Selain bermain di Dream Theather dia juga banyak membantu musisi-musisi lain sebagai session player dan John juga pernah mengeluarkan DVD instruksional bass. Dia juga di endorse oleh Yamaha dan signature seriesnya sangat populer dan diminati para bassist diseluruh dunia. Selain bermain bass dia juga seorang pemain chapman stick yang mahir. Selain aktif di Dream Theather, John juga tercatat aktif di group Platypus, Jelly Jam, Explorers Club, dan pernah membantu musisi Gordian Knot
Biografi :
Lahir pada tanggal 24 Januari 1967 di Chicago dan besar di Long Island, New York. Ibunya sering mendengarkan music classic saat dia masih kecil, dan saat Myung muda berusia 5 tahun, dia mengambil kursus biola. Kemudian saat John Myung berusia 15 tahun, tetangganya mendekatinnya untuk memainkan Bass pada band tetangganya tersebut, kemudian Myung berasumsi bahwa Bass mempunyai 4 senar sama dengan biola, jadi dia dapat mempelajarinnya dengan cepat dan sejak saat itu dia beralih ke Bass gitar dan sejak saat itu dia tak pernah lagi memainkan biola. Inspirator yang mempengaruhi John Myung seperti Chris Squire, Steve Harris dan Geddy Lee, juga band seperti Rush, Yes dan Iron Maiden. Juga dia sering mendengarkan band seperti Jane’s Addiction, Red Hot Chilli Peppers sebaik musik classic dan blues. John merupakan satu-satunnya anggota Dream Theater yang tetap tinggal di Long Island bersama istrinnya Lisa dan 2 anaknya, Brandon dan Christian Myung. Lagu yang pernah diciptakannya untuk Dream Theater ialah Learning To Live pada album Images and Words dan Trial of Tears pada album Falling Into Infinity. Dia mempunyai project lain selain Dream Theater yaitu Jelly jam.

======= JORDAN RUDESS =======
Jordan Rudess (lahir dengan nama Jordan Rudes pada 4 November 1956) adalah pemain keyboard band progmet Dream Theater. Dia masuk Dream Theater menggantikan Derek Sherinian. Hal ini dimulai saat Mike Portnoy memutuskan untuk membentuk supergroup dengan Magna Carta Records. Rudess terpilih untuk mengisi bagian keyboardist dalam band yang terdiri dari Tony Levin, Mike Portnoy, dan John Petrucci ini. Selama rekaman 2 album Liquid Tension Experiment ini meyakinkan Portnoy dan Petrucci bahwa Rudess adalah keyboardist yang cocok untuk Dream Theater. Dan akhirnya mereka memutuskan mengajak Rudess untuk menggantikan Derek Sherinian yang telah bersolo karir.

======= JAMES LABRIE =======
Kevin James LaBrie lahir di Penetanguishene, Sebuah kota kecil di Kanada pada tanggal 5 Mei 1963. sejak kecil, James saat berumur 3 tahun, dia sering mendengarkan radio dan menyayikan lagu apapun yang terdengar dari radio tersebut. Diinspirasikan oleh ayahnya, dia kemudian mulai bernyanyi dan bermain drum pada awalnya saat berusia 5 tahun. Pada saat berusia 10 tahun, dia berkuartet dengan ayahnnya dan paman juga adiknya bernyanyi di barber shop.
semasih anak-anak, dia sudah menyukai musik rock. Saat berusia 14 tahun, dia telah bermain di berbagai band sebagai vokal dan drum. Tetapi, James lebih memilih bernyanyi ketimbang bermain drum. saat dia berusia 18 tahun, dia memutuskan pindah ke Kanada.
Saat berusia 21 tahun, James berlatih vokal pada Rosemary Patricia Burns. Setelah banyak bergabung dengan beberapa band di Kanada. James kemudian menjadi vokalis pada band Winter’s Rose, dimana juga bergabung dengan Atlantic Records, Label Dream Theater saat itu. lalu Pierre Paradis yang mengatur band Voi Vod, menawarkan solo project pada James di Aquarius record. kemudian dia memberitahu James bahwa ada nama band New York bernama Dream Theater melakukan audisi untuk mencari vokalis, kemudian James mengikutinnya dan diterima, itulah sejarah LaBrie bergabung dengan Dream Theater pada 1992, dimana album pertama LaBrie bersama Dream theater ialah Images and Words.
Sampai saat ini, Labrie telah banyak menciptakan lagu untuk Dream Theater seperti Anna Lee(Falling Into Infinity), Vacant(Train Of Thought), Blind Faith(six degree of Inner Turbulance), Sacrified Son(Octavarium).
Dan dia tetap tinggal di Toronto, Kanada bersama istrinya Karen, dan kedua anaknya Chloe dan Chance Abraham LaBrie.

Personil sekarang :
- James LaBrie - Vocals and percussion (1991 - sekarang)
- John Petrucci - Guitars and backing vocals (1985 - sekarang)
- Mike Portnoy - Drums, percussion and backing vocals (1985 - sekarang)
- John Myung - Bass and Chapman Stick (1985 - sekarang)
- Jordan Rudess - keyboards, lap steel guitar, and Continuum (1999 - sekarang)

Mantan personil :
- Chris Collins - Vocals (1986)
- Charlie Dominici - Vocals (1987- 1990)
- Kevin Moore - Keyboards (1986-1994)
- Derek Sherinian - Keyboards (1995-1999)

Album Dream Theater :
- When Dream and Day Unite(1989)
- Images and Words(1992)
- Live at Marquee(1993)
- Awake(1994)
- A Change of Season(1995)
- Falling into Infinity(1997)
- Once in a Live Time(1998)
- Scene from Memory(1999)
- Live Scene from New York(2001)
- Six Degree of Inner Turbulance(2002)
- Train of Thought(2003)
- Live at Budokan(2004)
- Octavarium(2005)
- Score(2006)
- Systematic Chaos(2007)