Kamis, 04 Agustus 2011

Lirik Lagu SABRINA ( MANDAU)


Tidak punya apa - apa , tapi punya segalanya

Belakangan ini, seluruh dunia sedang membicarakan krisis ekonomi yang kian menghantui. Terlepas dari masalah sistem keuangan, pengawasan dan lainnya, bila dikembalikan pada sifat dasar manusia, maka sumbernya tidak lain adalah : KESERAKAHAN.
Keserakahan adalah seperti sebilah pisau bermata dua. Bila diartikan sebagai sifat yang menginginkan sesuatu yang lebih dari yang dimiliki saat ini, maka sifat serakah adalah sesuatu baik, karena mendorong kita untuk melakukan lebih. Memiliki karir dan penghasilan yang lebih baik, memiliki lebih banyak teman, menjadi orang tua atau anak yang lebih baik, dsb. Masalah muncul ketika berhadapan dengan keserakahan yang lepas kendali, yang menginginkan sesuatu dengan menghalalkan segala cara, yang biasanya tidak etis. Sumber masalahnya bukan lagi karena "kekurangan", tapi karena "menginginkan lebih".

Ambil contoh korupsi. Korupsi terjadi bukan karena kekurangan penghasilan. Tapi karena keserakahan bertemu dengan kesempatan. Pengendalian diri yang lemah terhadap keserakahan bertemu dengan pengawasan yang lemah yang menciptakan kesempatan. Maka terjadilah peristiwa dimana orang menggadaikan integritas dirinya dengan melakukan korupsi.

Keserakahan tak terkendali seringkali terjadi karena orang TIDAK SABAR. Apa yang ada dipikiran seseorang ketika ia menerobos lampu merah di perempatan jalan? Apakah ia khawatir lampu merah itu tidak akan berganti menjadi hijau? Tentu tidak. Jawabannya sederhana: TIDAK SABAR. Padahal sifat sabar adalah kecerdasan emosi yang menjadi salah satu ciri orang sukses. Ada sebuah penelitian di sebuah Fakultas Psikologi. Mereka mengumpulkan anak berumur 5-6 tahun dalam sebuah ruangan dan memberi permen coklat dihadapan mereka. Mereka diberitahu bahwa boleh langsung memakan permen itu atau menunggu 30 menit. Siapapun yang mau menunggu 30 menit, akan diberi 2 permen coklat. Ada anak yang langsung memakan permen itu, dan ada yang mau menunggu 30 menit untuk memperoleh tambahan 2 permen coklat.
Penelitian dilanjutkan 30 tahun kemudian. Anak yang mampu menunda kesenangan ternyata mendapatkan nilai sekolah yang lebih baik, menjadi karyawan yang lebih baik, atau menjadi pengusaha yang lebih sukses dibanding teman-teman mereka yang tidak mampu menunda kesenangan. Demikianlah sikap sabar dan kemampuan menunda kesenangan terbukti merupakan salah satu atribut orang sukses. Banyak orang yang bahkan begitu tidak sabarnya sehingga seringkali memilih pola hidup di atas batas kemampuannya. Sering kita temui orang yang memiliki satu dompet penuh berisi kartu kredit.

Tentu tidak ada yang salah dengan kartu kredit sebagai instrumen pembayaran yang disertai berbagai bonus dan diskon yang menggiurkan. Tapi ia akan menjadi salah bila digunakan tanpa perhitungan. Tagihan bulanan dibayar dengan cicilan minimum. Padahal sisanya dikenakan bunga yang sangat tinggi oleh bank penerbit kartu. Akhirnya, hutang yang satu ditutup dengan hutang yang lain. Akibatnya, hutang semakin menggurita. Begitu tidak terkendali, mereka jadi bingung sendiri.

Ada baiknya kita melihat pola hidup Warren Buffet dan George Soros. Kini, Buffet adalah orang terkaya di dunia, mengalahkan Bill Gates, bos Microsoft. Dalam buku "The Winning Investment Habit of Warren Buffet & George Soros", dikatakan bahwa Buffet dan Soros adalah orang yang berprinsip "Hiduplah jauh di bawah kemampuan Anda." Meskipun termasuk jajaran orang kaya dalam Fortune 500, mereka menikmati kemewahan yang tidak berlebihan. Warren Buffet tetap tinggal di rumah dengan tiga kamar, yang dibelinya 50 tahun lalu ketika menikah. Ia mengatakan bahwa ia sudah memiliki segalanya di rumah itu. Soros tinggal di rumah yang sederhana, yang tidak berbeda dari lingkungannya. Ia mengatakan, "Saya selalu hidup dalam skala yang jauh lebih sederhana ketimbang sumberdaya keuangan saya."

Mereka adalah contoh orang yang menjalani kehidupan sebagaimana orang kebanyakan. Kelihatannya mereka tidak punya apa-apa, tapi sebetulnya punya segalanya. Tentu kita tidak perlu menunggu hingga menjadi orang terkaya dalam jajaran Fortune 500 untuk menjalani hidup "tidak punya apa-apa, tapi punya segalanya." Dengan bersikap syukur, seringkali kita menemukan bahwa sesungguhnya kita punya segalanya. Kehidupan yang harmonis dengan pasangan hidup yang kita cintai. Anak-anak yang ceria dan selalu mencerahkan hari-hari kita. Teman-teman yang memperkaya hidup kita. Dan sebagainya.

Keinginan untuk mencapai atau memiliki sesuatu yang lebih dari yang ada saat ini merupakan hal positif yang mendorong seseorang untuk maju. Yang diperlukan adalah kecerdasan emosi berupa sikap sabar untuk menjalani proses, tidak bisa instant. Sehingga, proses yang dijalani tidak sampai membuat kita justru kehilangan hal yang paling penting dalam hidup kita,
yang sebetulnya sudah kita miliki saat ini, yakni keluarga, teman, integritas dan jati diri kita sendiri.

membakar surga , menyiram neraka


Melakukan kilas balik kehidupan, mungkin itu salah satu hobi dan kesenangan
saya di waktu senggang. Bukannya tidak menghargai dan tidak mensyukuri hari
ini, tetapi saya masih meyakini bahwa kita lahir dari 'ibu kandung' yang
bernama masa lalu. Dari bibit-bibit masa lalu itulah kita dibuat. Kemanapun
kita bergerak, apapun kita lakukan, atau apa saja yang kita impikan di masa
depan, bibit-bibit terakhir akan senantiasa ikut dan ada dalam diri kita.

Dalam salah satu perjalanan kilas balik untuk mengenali bibit dan bahan dari
masa lalu tadi, masih teringat jelas dalam bayangan, bagaimana orang tua dan
kakak-kakak saya pertama kali mengajarkan agama. Mirip dengan pengalaman
banyak sekali orang - dan ini sudah saya cek ke banyak sekali orang secara
lintas agama - sayapun dijejali pelajaran agama melalui pendekatan
surga-neraka. Mereka yang hidup baik masuk surga, mereka yang hidup jahat
masuk neraka. Sederhana, simpel dan mengena - demikianlah banyak orang tua
dan banyak manusia meyakini.

Saya khawatir, tidak hanya saya, jangan-jangan Andapun masuk dalam perangkap
surga-neraka ini. Kendati sudah belajar ilmu pengetahuan ke sana-sini,
menumpuk perjalanan karir dan hidup yang tidak sedikit, tetap saja bayangan
akan surga dan neraka mengikuti setiap perbuatan, ucapan dan pikiran saya
sebagai manusia biasa.

Positifnya, ada semacam pagar dan rel-rel yang membuat kita tidak terlalu
jauh melanggar etika-etika hidup dan kehidupan. Boleh saja ada yang
beranggapan bahwa agama gagal dalam memecahkan masalah manusia kontemporer,
namun tanpa pagar dan rel-rel yang bernama surga-neraka, peradaban manusia
tentu saja akan jauh lebih mengerikan dibandingkan apa yang kita alami
sekarang-sekarang ini.

Negatifnya, pagar dan rel-rel tadi mengurangi keikhlasan, ketulusan dan
kemurnian kita dalam berdoa. Surga-neraka membuat banyak manusia kemudian
melakukan 'transaksi dagang' dengan Tuhan. Kalau baik, surga hadiahnya.
Kalau jahat, neraka hukumannya. Bukankah itu rumus-rumus sederhana kaum
pedagang ? Saya tidak tahu, sejauh bacaan saya terhadap sejumlah buku suci,
tidak ada satupun buku suci yang menyebutkan bahwa Tuhan berprofesi sebagai
pedagang. Maha Kuasa, Maha Pengasih, Maha Pemaaf adalah sebagian sebutan
yang diberikan kaum bijak pada Tuhan. Tetapi sebagai pedagang ? Belum pernah
saya mendengar dari kiai, pendeta, rahib, pemuka agama manapun, atau kaum
bijak yang lain.

Dalam bingkai perenungan seperti ini, saya angkat topi sekali kepada seorang
pemikir Sufi - maaf lupa namanya - yang memiliki keinginan untuk membakar
surga dan menyiram neraka. Bukan untuk berperang dan mbalelo kepada Tuhan,
namun untuk melapangkan jalan keikhlasan, ketulusan dan kemurnian dalam
berdoa.

Pada setiap agama memang ada rangkaian cara berdoa yang sama sahnya. Hanya
saja, dalam cara manapun, niat untuk berdagang dengan Tuhan, senantiasa
menjadi penghambatnya keihklasan, ketulusan dan kemurnian. Coba Anda
bayangkan kalau berdoa, dilengkapi dengan harapan agar gaji kita naik bulan
depan. Atau berdoa sambil memohon agar Anda dicium wanita cantik setelah
berdoa. Bukankah seluruh keheningan dan kebersihan doa kita menjadi
terganggu ? Ia mirip dengan kaki dan badan bersih yang berjalan di atas
jembatan yang kotor. Demikianlah nasib siapa saja yang berdoa disertai niat
berdagang dengan Tuhan.

Dalam tataran refleksi seperti ini, kadang saya memang agak kecewa dengan
warna awal tentang agama yang masuk ke dalam pikiran ini. Kenapa mesti
surga-neraka ? Kenapa bukannya keihlasan, ketulusan dan kecintaan pada Tuhan
? Demikianlah kira-kira hati kecil ini kadang melemparkan kekecewaannya.

Pandangan seperti ini memang bukan pandangan populer. Bahkan beresiko untuk
dikira melakukan radikalisasi agama. Dan pada sahabat-sahabat yang kurang
menyukai sikap seperti ini, mohon izinkan saya berjalan dengan jalan ini.
Dan jangan dibumbui oleh kebencian. Ini penting, karena kebencian jenis
terakhir ikut juga membuat jembatan doa saya menjadi lebih kotor lagi.

Saya tidak tahu, apa yang ada di benak dan niat Anda ketika berdoa. Saya
berusaha untuk mengurangi sekecil-kecilnya niat untuk berdagang dengan
Tuhan. Untuk kemudian, bergerak ke dalam jembatan-jembatan doa yang bernama
keheningan, ketulusan, kemurnian dan kecintaan pada Tuhan.

Jangan tanya saya hasilnya, karena ini hanya ditanyakan oleh 'pedagang' doa.
Jangan juga tanya kemana saya mau pergi dengan langkah-langkah doa seperti
ini. Apa lagi kalau ditanya apakah saya pernah bertemu Tuhan dengan cara
seperti ini. Jelas saja tidak jawabannya. Bagi mereka yang hidup dalam
kaidah-kaidah hasil, cara seperti ini memang membingungkan. Namun, siapa
saja yang menyelami prinsip-prinsip mengalir dalam kehidupan, ia akan bisa
mencernanya secara lebih mudah.

Seperti air laut yang disinari mata hari, kemudian menjadi awan, dan pada
tahap berikutnya menjadi hujan, melewati sungai dan kembali jadi laut lagi,
demikianlah keikhlasan dan kecintaan pada Tuhan sedang saya bangun.
Keindahan memang relatif dan sulit dijelaskan. Rezeki memang bukan urusan
kita manusia. Apa lagi kesuksesan, ia adalah hasil kombinasi banyak variabel
yang kompleks. Dan kalau benar pemikir Sufi di atas mau membakar surga dan
menyiram neraka, saya akan ikut berkontribusi di sana.

Sabtu, 27 Juni 2009

idealisme kehidupan yang monoton !

Adakalanya sesuatu yang kita inginkan di dunia ini tidak pernah kunjung datang. Adakalanya juga sesuatu yang kita inginkan itu datang, ternyata tidak baik buat kita. Dan sesuatu yang tidak kita sukai ternyata ada disekitar hidup kita. Manusia menyimpan angan – angan, keinginan, cita – cita dalam dirinya. Dalam hidupnya didedikasikan untuk mewujudkan keinginannya. Sibuk untuk mewujudkan angan – angan itu seakan manusia mempunyai kekuasaan untuk mengatur dunia ini dengan tangannya, kepintarannya, ilmunya, kehebatannya, dan kekayaannya. Bahkan manusia menjadikan Tuhan menjadi pembantunya. Dengan doanya dia meminta ini itu, memohon untuk ditambah kekayaannya, kekuasaannya, kecantikan atau ketampanannya.
Tanpa disadarinya, apa yang direncanakan berujung pada kekecewaan, cita- cita dan angan – angan mewujud, namun ternyata bukan membuat dirinya bahagia, yang ada hanya muncul masalah – masalah baru dalam hidupnya. Keinginan tercapai dalam hidup, namun makin menjauhkan diri dengan keluarganya. Ya, manusia hanya bisa berkeinginan, cuman tidak tahu baik atau tidak bagi dirinya. Kenyataan – kenyataan pahit itu pantas kita terima dalam hidup dan kehidupan ini.
Banyak orang yang pergi pagi pulang larut malam untuk mencari penghidupan. Walau rumah dan mobil mewah dah didapat. Pada saat anak berangkat sekolah, dia masih tidur. Saat anaknya sudah tidur, sang bapak baru datang. Nyaris anak2nya dan istrinya tdk pernah ketemu bapaknya. Demi cita – cita untuk pensiun dini, berharap tanpa kerja lagi, uang mengalir sendiri, sehingga waktu bercengkrama dg keluarga dan teman – temannya lebih luang. Ya begitulah demi materi melewatkan kebahagiaan keluarga, waktu dengan Tuahannya, padahal cita – citanya hanya untuk bisa seperti kehidupan ayah saya.
Ayah saya kerja dari jam 8 pagi sampai jam 12 siang untuk sekedar mencari uang makan hari esok. Setelah sholat dimasjid, sehabis makan siang, Ayah istirahat hingga Ashar. Setelah Ashar waktu bersama dg ibu didepan TV. menjelang magrib ayah ngaji. Tengah malam hingga subuh bertahajud dengan ibu. Setiap minggu malam ada waktu berkumpul dg para tetangga dalam pengajian. Saat liburan anak2nya pada kumpul dirumah.
Hidup yang bahagia penuh dengan berkah bisa didapat sekarang juga tanpa menunggu bertahun – tahun untuk mewujudkannya. Buka mata hati, lihatlah disekitar anda, bangunlah, dg bangun yang sesadar – sadarnya.
Hidup adalah sekarang, bukan kemaren dan bukan esok. Jangan korbankan kebahagian sekarang untuk cita – cita bahagia esok hari yang belum tentu.
Manusia seakan bisa mengatur dunia ini, namun fakta membuktikan cita – cita tidak semanis harapan. Berusahalah untuk membahagiakan orang terdekatmu, ciptakan bahagia sekarang juga, tugas kita adalah mematuhi perintahNya, biarlah Tuhan yang mengatur Dunia dan hidupmu. Karena Tuhan tahu yang baik bagi kita.

Lagi asik - asik nya menghujat TUHAN ya ?

sudah tidak asing lg untuk mendengar sebuah judul lagu yg beratasnamakan TUHAN .
sebenarnya yg jd pertanyaan .. apa maksud dan tujuan atas sebuah ideologi tsb ?
kenapa satu mulai jadi beribu pengikut ?
haduh ... skrg jaman nya ber-paradigma individualistis bro !
coba saya tanya satu per satu kalian .... ???
apa maksud atau definisi tsb ?
jawabannya ' hmm .. hmm .. '
hahahahaha

Manusia diciptakan beragam. Baik cara pikir maupun cara memandang sesuatu. Beraneka ragam budaya, dan kultur juga membuat manusia yang satu dengan yang lain berbeda. Dibesarkan pada lingkungan yang berbeda – beda. Dan juga dididik dan diajarkan ajaran agama oleh orang tua yang berbeda – beda. Sehingga dipastikan setiap orang adalah individu yang berbeda.

lucunya manusia – manusia yang suka menghujat ini biasa mengatasnamakan Tuhan untuk menyesatkan orang lain.Sebenarnya mereka lupa dengan ajaran agama ” Janganlah kamu mengolok – olok sebagian yang lain, boleh jadi yang kau olok – olok lebih baik dari kamu sekalian “. Ya mungkin mereka lupa ajaran ini karena nafsu mereka lebih menguasai mereka.

SABRINA sendiri pny maksud tertentu menciptakan lagu ' DIBAWAH SELANGKANGAN TUHAN'
cmn terkadang pemikiran yg membatasi pola pikir manusia , menjadi stagnan utk memikirkannya dan menganggap itu adalah hal yg bersifat atheis
tidak , salah besar !!!
cobalah berpikir kritis , pahami lirik ..
jgn cuma dgr doang bos ..

Manusia adalah tempatnya salah, bahkan malaikatpun juga bisa salah loh. Salah dan dosa merupakan pembelajaran kepada kita untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. Kalau kesalahan yang sama masih dilakukan, itu artinya termasuk manusia yg bebal seperti saya .
hahahahaha !!

Belajarlah dari Raden Syahid menjadi Sunan Kalijaga
Belajarlah dari Abu Nawas sang glamour kemewahan dunia menjadi waliullah
Belajarlah dari Khalifah Umar bin Khattab yang pernah membunuh anak gadisnya sendiri ..
dan Belajarlah jadi diri sendiri yang BERPEGANG KENDALI ATAS DIRIMU , DAN MENGHARGAI PERBEDAAN ADALAH KEWAJIBANMU .....


SALAM KOTOR UTK PARA PENJAHANAM SABRINA !!

Merchendaise




COMING SOON AND ORDER NOW !

merch from SABRINA ....

' ketika iblis bersatu .. tuhan akan terkalahkan '

only Rp.85.000,00

for contact : 0878182658101
( guntur )

....

LIRIK



DIBAWAH SELANGKANGAN TUHAN

ARAHKANLAH MATAMU HINGGA KEPENJURU MALAM
TATAP SEMUA YANG KAU LIHAT WAHAI KAU SANG PENGUASA
TIANG LANGIT TELAH RAPUH DAN SEBENTAR LAGI RUNTUH
KAU AKAN JATUH TERHEMPAS TAK'KAN MAMPU TERTAHAN PERIH

LIHAT WAJAH BODOHMU MENGHARAP DOA DAN JANJI
DENGARKAN RASA HATIMU PILU MENAHAN PERIH
CACAT DIRI DITUBUHMU PENUH SAKIT KARENA LUKA
DAN KAU HANYA TERDIAM,DIAM MENUNGGU MATI...

TAK ADA TUHAN YANG AKU PUJA
TAK ADA LAGI , YANG AKU PUJA
TAK ADA TUHAN YANG AKU PUJA
TAK ADA LAGI ... TUHANKU MATI...

KETIKA HAYAL TERBENAM DALAM MIMPI
DOA HANYALAH MENJADI SEBUAH MAKIAN
MATAHARIPUN TAK'KAN MAMPU TERANGI...
MAKA...TAK'KAN ADA LAGI DOA UNTUKMU

KETIKA ISA KEMBALI KEBUMI…
HANCURKAN SEGALA TUHAN DIDALAM DIRIMU

TUBUHMU BERTANAH JIWAMU BERAPI
WUJUDMU TERHINA...DARI LUBANG SENGGAMA
TUBUHMU BERTANAH JIWAMU BERAPI
WUJUDMU TERHINA...DARI LUBANG SENGGAMA




FATWA SATANIYAH

SOMEONE HAS KILLED THE CHALLENGER
SOMEONE KILLED BECAUSE THE RELIGION
THEY MUST DIE BECAUSE OF THE ONE SOUL
SOMEONE KILLED FOR DELETE THE ALL SINS

IF YOU HAS SENT THEM...YOUR KILL... LIKE YOUR BRAIN LIKE A PISTOL
AND IF YOU HAS SENT THEM...IT'S A BIG IN YOUR LONGLIFE
IT'S THE DEATH...SAID...THE DEATH

ONE THINK YOU'LL DO
AT THE TIME GOD IN YOUR SIDE
YOU'LL BE IN MY HEART
YOU KILLED THE DEADLIST ON SOMEDAY

THEIR GLORY GORE OR CHAFE
MANY,ANY BLOODY SEEM HERE
MANY ANY BLOODY TO PRAYED YOU
THEIR BLOODS WILL SIT YOU THERE ON THE BASTARD
MANY,ANY BLOODY TO SIT YOU AND WILL TO FIX YOU
MANY,ANY BLOODY TI SIT YOU AND THE DEATH WILL FIX YOU

WHAT YOUR GOD SAID...ABOUT YOUR GOD SAID,MIGHT BE IT FROM YOUR GOD'S SEX
AND YOUR GOD WANT TO KILL ME ...WHAT ABOUT SOME THE REASONS...KILL THE PEOPLES
IT'S YOUR SATAN CONVERSATION, SOME BELIEVE IT'S SUCK...CAME TO THIS SHIT...
SUCK YOUR RELIGION...KILL YOUR RELIGION NOW...

YOUR RELIGION FROM SEX YOUR GOD...
SHIT YOUR GOD...SATAN IN YOUR THUNDERLIGHT
FUCK YOUR GOD...

GO TO TELL ON YOUR LIE WITH YOUR LIFE
HOW MUCH SINS AND WHO ARE YOUR ANATHEMA
YOU WILL DIE WITH YOUR NIGHT
WITH FROM THEIR ALL THE SORROW
THE LAST EARTH KILLED THE NIGHT
WELL WHEN THEIR WELL
TO CONFIDENTLY YOU THAT IS REALITY AND RIGHT OR THRUE
AT THE LAST EARTH YOU WILL KILLED BY THEIR SORROW
THE LAST OF THE NIGHT
YOU'LL DIE...





KANKER OTAK

KUBENCI DAN KUSESALI HIDUPKU…
TAK PERNAH ADA KEINDAHAN YANG KURASAKAN
HANYA KEPEDIHAN YANG MENYIKSA TUBUHKU…
PEDIH DIKEPALAKU BEGITU MENYAKITKAN

GUMPALAN DARAH MEMBEKU DIKEPALAKU
BETAPA PERIH KARENA TAK MAMPU KUTAHANKAN…
HANYA RINTIHAN YANG MAMPU KUUCAPKAN…
RAGA YANG SAKIT INI SUNGGUH MENJADI BEBAN

KUBENCI HIDUPKU DAN KANKER OTAKKU…
BIARKAN KUMATI… AKU INGIN MATI…

KANKER OTAKKU…DIKEPALAKU…
AKHIR HIDUPKKU...AKU INGIN MATI

HAYAL TAK'KAN DAPAT DAN TAK'KAN MAMPU OBATI
KUSESALI DILAHIRKAN DITUBUH YANG SAKIT INI

BIAR...AKU MATI...
KUTAK PERNAH INGIN DILAHIRKAN...
PERIH PEDIH...SANGAT MENYAKITKAN
KUBENCI KUSESALI DILAHIRKAN KETUBUH YANG SAKIT INI






TERJERAT MATI

TERPURUK DALAM TERALIS
SEPI MEMBUNUH HARIKU
MENATAP GELAPNYA DUNIA
HITAM SELIMUTI HIDUPKU

TAK'KAN ADA LAGI SEMUA...
TINGGALKAN AKU TERDIAM
TERSISA PERIH DERITA
JIWAKU SEAKAN MATI...

TERJERAT...DALAM JIWAKU
TERBUNUH...SISA HIDUPKU
TERJERAT...SEMUA HASRATKU
TERBUNUH...SEPI YANG MENCABIK...

TERJERAT JIWA INI
TERBUNUH JIWA KU...
TERJERAT JIWA INI

TERJERAT...DALAM JIWAKU
TERBUNUH...SISA HIDUPKU
TERJERAT...SEMUA HASRATKU
TERBUNUH...SEPI MENCABIK..

TERJERAT JIWA INI
TERBUNUH JIWA KU...
TERJERAT JIWA INI






PENJAHANAM PENGHIANAT

SEMUA KUPERCAYAKAN TAK ADA YANG PERNAH KUSEMBUNYIKAN
DUNIAKU MILIKMU...SEMUA MILIKKU,MILIKMU...
TAPI KAU PERGI DARIKU...

BANGSAT KAU...PENGKHIANAT
JAHANAM...BANGSAT KAU


TERNYATA...SEMUA PALSU
SIFAT MANISMU HANYA MENIPU
DISINI KAU KKUNANTI...MAYATMU DIBAWAH KAKIKU

PENGHIANAT... KAU MEMANG JAHANAM
PENGHIANAT... KAU MEMANG BAJINGAN
PENGHIANAT... KAU SEPERTI ANJING
PENGHIANAT... BANGSAT

LIHAT SAJA... APA YANG AKAN TERJADI...ANJING PENGHIANAT
LIHAT SAJA... APA YANG AKAN TERJADI...ANJING PENGHIANAT
DUNIA INI BUKANLAH MILIKMU...

JAHANAM...
BAJINGAN...
SEPERTI ANJING...
DAN KAU PENJILAT...



EKSEKUSI MIMPI

SEBUAH RESAH...KIAN MENYIKSA
MENDERA JIWA...KIAN MELUKA
SEMUA RASA...GELAPNYA
HILANG MUSNAH...SELAMANYA

SEBUAH RESAH...KIAN MENYIKSA
MENDERA JIWA...KIAN MELUKA
SEMUA RASA...GELAPNYA
HILANG MUSNAH...SELAMANYA


MIMPI HILANG,SEMUA RASA TAK KAN PERNAH...KEMBALI...

KU 'TAK INGIN MATI DISINI
KU 'TAK INGIN SEMUA TERJADI
KU 'TAK INGIN MATI DISINI
JIWAKU T'LAH PERGI TAK KEMBALI

SEMUA PERGI BAGAIKAN ANGIN
HILANG DATANG DAN MEMBUSUK
MEMBUNUH DAN MEMBUNUH TERUS JIWAKU




P.O.B (Tribute To PERSIPON)

WOI...AYO LARI,TERUS LARI...
TANTANG LAWAN...
JANGAN TAKUT...
KEMENANGAN BUKAN MIMPI...
BAKAR AMARAH SEMANGATMU...

JANGAN DIAM,JANGAN LENGAH
JANGAN DIAM,RAIH MENANG
JANGAN LENGAH,JANGAN DIAM
RAIH MENANG...

LAWAN TERUS DAN AKU BERTERIAK
LAWAN TERUS DAN AKU BERTERIAK

JANGAN DIAM,JANGAN LENGAH
JANGAN DIAM,RAIH MENANG
JANGAN LENGAH,JANGAN DIAM
RAIH MENANG...

WOI...AYO LARI,TERUS LARI...
TANTANG LAWAN...
JANGAN TAKUT...
KEMENANGAN BUKAN MIMPI...
BAKAR AMARAH SEMANGATMU...



JAUH DARI TERANG

SUNYI HENING DITEMANI SENDIRI
RESAH DIRI PERIH BERBALUT SEPI
COBA PECAHKAN SERIBU TANYA DIBALIK MIMPI
SEMUA AKAN BERHENTI DISINI

TETAP HILANG DAN RENTAN HARAPANKU
SEMUA YANG KUMILIKI KIAN MUSNAH
SENYAP DAN SEMAKIN TAK TERDENGAR
DIAM DAN TERABAIKAN OLEH WAKTU...

GELAPKU...SAKITI...
GELAPKU...PERIH...

SUNYI HENING DITEMANI SENDIRI
RESAH DIRI PERIH BERBALUT SEPI
COBA PECAHKAN SERIBU TANYA DIBALIK MIMPI
SEMUA AKAN BERHENTI DISINI

HIDUPKU ADALAH SANG MATI...
PENUH LUKA YANG SAKIT MENYIKSA
AKU ADALAH PERJALAN JAUH
TANPA ARAH DAN TAK'KAN PERNAH SAMPAI TUJUAN

HILANG...HIDUPKU
HILANG...DAN RENTAN
SEMUA YANG TELAH KUMILIKI KINI TELAH HILANG

BILA NAFAS INI PERGI DARIKUK
SAMPAIKAN SEGALA RASA YANG MASIH TERPENDAM
BARINGKAN TUBUH RAPUHKU...JAUH DARI TERANG

HILANG...HIDUPKU
HILANG...DAN RENTAN
SEMUA YANG TELAH KUMILIKI KINI TELAH HILANG


ZINA NABI
(Zionisme Nalar Biadab)

Sejarah berulang
Pesta kematian kembali
Rahasia bumi langit
Dan alur nalar yang terlarang

Cerita lama perang
Menjadi kisah keabadian
Membunuh kesucian
Hanya demi satu keyakinan

Zina Nabi…
Zina Nabi…
Zionisme Nalar Biadab

Zina Nabi…
Zina Nabi…
Zionalisme Nalar Binatang

Ungkap sabda misteri
Atas dasar surgawi
Hancurkan keyakinan
Iblis kalahkan tuhan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar