Selasa, 16 Agustus 2011

Sejarah Dream Theater

Dream Theater adalah grup musik terhebat di dunia ini sekarang dan beraliran progressive metal (progmet). Band tersebut dibentuk oleh tiga murid sekolah musik The Berklee College of Music pada 1985. Yakni, John Myung (bas), Mike Portnoy (drum), dan John Petrucci (gitar). Kevin Moore, teman SMA Petrucci direkrut oleh mereka untuk memainkan keyboard dan Chris Collins sebagai vokalis. Sejak dibentuk pada 24 tahun yang lalu, mereka menjadi salah satu band progmet yang sukses, meski keberadaannya belum begitu kuat di antara aliran musik pop dan rock saat itu. Dua album mereka memperoleh penjualan tertinggi, yakni, Image’s and Word (1992) dan Octavarium (2005). Kedua album tersebut memperoleh penghargaan Gold Record dan tetap dihormati sebagai album progmet. Album tersebut, meski hanya menduduki peringkat ke-61 (Image’s and Word) dan peringkat ke-36 (Octavarium) tangga lagu Billboard 200 Charts, musik band tersebut dikenal sangat bagus. Terutama masing-masing personelnya dalam memainkan alat musik. Karena itu, memenangi banyak penghargaan dari majalah musik. Mereka sangat dihormati oleh musisi besar rock dan metal. Anggota band tersebut juga sering berkolaborasi dengan musisi besar lain. Misalnya, John Petrucci menjadi salah satu gitaris dalam kolaborasi G3 bersama Joe satriani dan Steve Vai. Hal itu mengikuti langkah Eric Jhonson, Robert Fripp, Yngwie Malmsteen, dan gitaris berpengaruh lainnya dalam G3 sebelumnya. Dream Theater juga tercatat sebagai band yang beraliran sangat unik. Dengan skill masing-masing personelnya yang mumpuni, mereka mampu menggabungkan beberapa genre musik yang berbeda hingga menjadi suatu aliran musik yang benar-benar baru dalam kancah rock(rock improvmen yakni progressif rock). Beberapa personelnya sering bergabung dalam konser grup-grup dan musisi besar seperti include Deep Purple, Emerson Lake and Palmer, Iron Maiden, Joe Satriani, King’s X, Marillion, Megadeth, In Flames, Pain of Salvation, Porcupine Tree, Queensrÿche, Spock’s Beard, Fear Factory, Symphony X, dan Yes. Pada 2005, Dream Theater mengadakan tur konser bersama Megadeth. Tur yang diadakan di Amerika Utara tersebut berlabel Gigantour.

Dream Theater dibentuk pada bulan September 1985, ketika gitaris John Petrucci dan bassis John Myung memutuskan untuk membentuk sebuah band untuk mengisi waktu luang mereka ketika bersekolah di Berklee College of Music di Boston. Mereka lalu bertemu seorang pemain drum, Mike Portnoy, di salah satu ruang latihan di Berklee, dan setelah dua hari negosiasi, mereka berhasil mengajak Mike Portnoy untuk bergabung. Setelah itu, mereka bertiga ingin mengisi dua tempat kosong di band tersebut, dan Petrucci bertanya kepada teman band, Kevin Moore, untuk menjadi pemain keyboard. Dia setuju, dan ketika Chris Collins diajak untuk menjadi vokalis, band tersebut sudah komplit.
Dengan lima anggota, mereka memutuskan untuk menamai band tersebut dengan nama Majesty. Menurut dokumentasi DVD Score, mereka berlima sedang mengantri tiket untuk konser Rush di Berklee Performance Center ketika mendengarkan Rush dengan Boom Box. Portnoy lalu berkata bahwa akhiran dari lagu tersebut (Bastille Day) terdengar sangat “majestic“. Pada saat itulah mereka memutuskan Majesty adalah nama yang bagus untuk sebuah band, dan tetap bagus sampai sekarang.
Pada saat - saat tersebut, Portnoy, Petrucci dan Myung masih berkutat dengan kuliah mereka, juga dengan kerja paruh waktu dan mengajar. Jadwal mereka menjadi kian ketat sehingga mereka harus memutuskan antara mengejar karir di bidang musik atau mengakhiri band Majesty. Namun akhirnya Majesty menang dan mereka bertiga keluar dari Berklee untuk berkonsentrasi di karir musik. Petrucci mengomentari tentang hal ini di dokumentasi DVD Score, berkata bahwa saat tersebut sangat susah untuk meminta kepada orang tuanya untuk pergi ke sekolah musik. Dan lebih susah lagi untuk menyakinkan orang tuanya agar ia boleh keluar dari sekolah.
Moore juga akhirnya keluar dari sekolahnya, SUNY Fredonia, untuk berkonsentrasi dengan band tersebut.

Beberapa teknik penulisan lagu yang unik telah dilakukan oleh Dream Theater, yang kebanyakan terjadi di masa - masa sekarang, ketika mereka bisa bereksperimen dengan label rekaman mereka sendiri.
Dimulai dengan Train of Thought, Dream Theater sudah memulai memasukkan elemen - elemen kecil dan tersembunyi di musik mereka, dan memuat elemen tersebut kepada peminat yang lebih fanatik. Karakteristik yang paling terkenal (yang biasa disebut “nugget”) tersembunyi di “In the Name of God“, yang merupakan sandi morse dari “Eat my Ass and Balls” (makan pantatku dan penisku), yang merupakan kata - kata terkenal dari Mike Portnoy. Sejak saat itu, banyak peminat-peminat Dream Theater mulai berusaha menemukan hal - hal kecil yang biasanya tidak menarik bagi peminat biasa.

Beberapa dari teknik mereka yang terkenal termasuk:
1. Suara dari fonograf di akhiran dari “Finally Free” di album Scenes from a Memory adalah suara yang sama di awalan “The Glass Prison” di album berikutnya, Six Degrees of Inner Turbulence. Dan akhiran kunci terakhir di “As I Am” sama dengan kunci yang digunakan di album selanjutnya, Train of Thought. Juga, not piano yang dimainkan di akhiran “In the Name of God” di ‘Train of Thought adalah not yang sama dengan pembukaan “The Root of All Evil” di album berikutnya, Octavarium.
2. Tiga bagian dari “The Glass Prison” di Six Degrees of Inner Turbulence, dua bagian dari “This Dying Soul” di Train of Thought dan dua bagian dari “The Root of All Evil” di Octavarium menunjukkan tujuh poin pertama dari dua belas poin - poin di program Alcoholics Anonymous oleh Bill Wilson, yang mana program itu diikuti oleh Mike Portnoy. Ia juga berkata bahwa ia akan membuat lagu - lagu lain yang memuat lima program lainnya, yang akan ditujukan untuk Wilson
3. Dream Theater kadang menggunakan teknik penulisan lagu dimana bagian - bagian dari sebuah lagu dikembangkan tiap kali mereka dimainkan. Contohnya, lagu “6:00” dari Awake. Setelah awalan lagu, mereka hampir memainkan chorus, tapi mengulang lagu tersebut dari awalan lagi (di menit 1:33). Dan ketika chorus sudah seharusnya dimainkan pada saat berikutnya, mereka mengulang lagi dari awalan, di menit 2:11. Teknik ini bisa juga ditemukan di “Peruvian Skies“, “Blind Faith” dan “Endless Sacrifice“
4. Penggunaan notasi yang berulang - ulang juga digunakan, yang sudah dikenal dari lagu - lagu Charles Ives, contohnya:
#Tema lagu “Wait for Sleep” muncul di “Learning to Live” (menit 8:11) dan juga muncul dua kali di “Just Let Me Breath” (menit 3:39 dan 5:21)
# Tema lagu “Learning to Live” muncul di “Another Day” (menit 2:53)
# Tema lagu “Space-Dye Vest” digunakan beberapa kali di album Awake.
# Tema pembukaan dari “Erotomania” digunakan di “Voices” di Awake (menit 4:51).
# Satu dari melodi - melodi di “Metropolis Pt 1 (The Miracle and the Sleeper)” diulang di chorus kedua di “Home” dari Metropolis Pt 2 (Scenes From A Memory), dengan cuma pengubahan satu kata. Beberapa lirik dari Metropolis Pt 1 juga digunakan di “Home”. Pada dasarnya, keseluruhan album “Scenes From A Memory” penuh dengan musikal/lirikal/konseptual variasi dari elemen - elemen musikal dari “Metropolis Pt 1; dan “The Dance of Eternity” sebenarnya dibangun dari variasi - variasi elemen musik di lagu - lagu dalam album tersebut.
# Bagian - bagian dari tiap lagu di album “Octavarium” telah digunakan di bagian kelima dari lagu berjudul sama, “Octavarium”.
5. Six Degrees of Inner Turbulence, studio album ke enam mereka, memuat enam lagu dan mempunyai karakter - karakter angka enam di judul-judul lagunya. Train of Thought, studio album ke tujuh mereka, memuat tujuh lagu. Octavarium, studio album ke delapan mereka memuat delapan lagu dan judul albumnya diambil dari kata octo, yang merupakan kata Latin yang berarti delapan, berarti satu oktaf dari istilah musik, yang mana merupakan jarak dari satu not ke not lain adalah delapan not di tangga nada diatonik. Judul lagu dari CD ini adalah 24 menit, kelipatan dari 8. Halaman depan albumnya juga memuat karakter - karakter yang berhubungan dengan 5 dan 8. Contohnya, satu set dari kotak - kotak putih dan kotak - kotak hitam, mempunyai arti satu oktaf dari piano.
6. Lagu “Octavarium” dulunya ingin diakhiri dengan seruling yang bergema serupa dengan awalan lagu tersebut. Namun diganti dengan not piano yang sama dari awalan album Octavarium. Mike Portnoy telah mengatakan bahwa seri awalan - akhiran album akan berhenti disini, karena album ke sembilan mendatang tidak akan diawali dengan akhiran “Octavarium”
Analisis detil tentang “nugget” di “Octavarium” (disebut oleh Mike Portnoy sebagai “sebuah nugget raksasa”) telah dipublikasikan di sebuah situs independen.

======= JOHN PETRUCCI=======
John besar di Long Island, tepatnya di King park, dimana dia, John Myung, Kevin moore bersekolah bersama. John mulai Belajar gitar ketika masih berumur 12 tahun (sebelumnya dia pernah belajar ketika berumur 8 tahun tetapi menyerah ketika dia melihat kakak perempuannya harus begadang tiap malam belajar main organ. Dia tidak merencanakan untuk menjadi seperti itu, dia belajar gitar sepulang sekolah dan akhirnya dia menjadi tidak tertarik lagi). Namun dia mulai banyak terpengaruh oleh permainan gitar dari gitaris semacam Yngwie Malmsteen, Randy Rhoads (gitaris Ozzy Osbourne), Iron Maiden, Steve Ray Vaughn, dan grup besar Semacam Yes, Rush, Dixie Dregs dan lain- lain, dia mulai bertekad untuk mencapai level permainan seperti mereka.
Sebagaimana kemunculan musik trash metal yang membuat John tertarik, maka John juga memperluas influencenya dengan mendengarkan Metallica, Queensryche. John merasa membutuhkan tantangan yang lebih dalam tehnik gitar, oleh karena itu dia banyak mengadaptasi hammering speed, melodic style dari gitaris-gitaris seperti Steves (Steve Morse, Steve Vai), The Als (Allan Holdsworth, Al Dimeola) Mike Stern, Joe Satriani, Neal Schon, Eddie Van Halen.

Pendidikan musiknya dimulai dengan berbagai kelas teori musik yang dia ambil ketika high school. Dia belajar secara otodidak, tetapi Dia sempat menerima beberapa pelajaran gitar yang dia ambil ketika dia masuk ke Berklee College of Music di Boston, dimana dia mempelajari komposisi jazz dan harmoni. Ketika di Berklee, John Petrucci dan John Myung yang juga belajar di Berklee bertemu dengan Mike Portnoy, dan mereka mulai membuat band yang diberi nama Majesty yang nantinya kemudian berganti nama menjadi Dream Theater. John sudah merekam 7 album dengan Dream Theater, dan dia juga banyak terlibat dengan beberapa proyek sampingan seperti Liquid Tension Experiment dengan Tony Levin, Age of Impact, dan bahkan game Sega Saturn yang disebut Necronomicon, dan juga terakhir dia terlibat dalam proyek G3 Bersama Joe Satriani dan Steve Vai. Kecintaan dia pada menulis lirik dikombinasikan dengan gaya komposisi yang unik dari progressive fusion mengasah bentuk musik dari Dream Theater.
John tinggal bersama istrinya Rena, dan 3 anaknya SamiJO, Reny, dan Kiara di New York. Ketika dia tidak bermain gitar dia banyak menghabiskan waktunya dengan istri dan anak-anaknya dengan bermain skating, bersepeda, berolahraga dan menonton film.
John sedang merencanakan membuat solo albumnya yang pertama. Lagu-lagu barunya yang dia mainkan ketika bersama G3 juga akan ada di solo album tersebut. Jaws of Life (sebelumnya I.B.S.), Damage Control and Glasgow Kiss. Dia melibatkan beberapa musisi seperti Dave LaRue pada bass, Dave DiCenso dan Tony Verderosa pada drum.

======= MIKE PORTNOY =======
Michael Stephen Portnoy lahir di Long Beach, New York, di Long Island. Portnoy memulai karir di local bands Intruder, Rising Power, dan Inner Sanctum. Dia meninggalkan Inner Sanctum setelah mendapat penghargaan beasiswa dari Berklee College of Music. Selama kuliah di Berklee College of Music ini, Portnoy bertemu dengan Petrucci dan Myung. Portnoy bersama Petrucci dan Myung membentuk band bernama Majesty dan akan menjadi Dream Theater. Portnoy adalah drummer Amerika pertama yang tercatat sebagai drummer sekaligus backing vocals band progressive metal Dream Theater. Dia memenangkan 23 awards dari Modern Drummer magazine.

======= JOHN MYUNG =======
”’John Ro Myung”’ adalah seorang bassist dan anggota pembentuk grup progressive metal Dream Theater. Dia merupakan satu-satunya anggota Dream Theater yang memiliki keturunan Asia yaitu Korea. Basist yang satu ini adalah basist yang diam-diam menghanyutkan. Di dalam groupnya selalu berusaha untuk stay low, tidak pernah menarik perhatian, dan jarang berbicara. Di kalangan fans Dream Theather bahkan ada lelucon bahwa yg pernah melihat John Myung berbicara berarti dia adalah fans yang beruntung hehehehehe. Dedikasinya buat musik enggak tanggung-tanggung ketika masih kuliah musik di Berklee bareng rekannya John Petrucci dia memiliki komitmen berlatih 6 jam sehari. Permainannya sendiri juga mantep kalo denger musiknya Dream Theather. Selain bermain di Dream Theather dia juga banyak membantu musisi-musisi lain sebagai session player dan John juga pernah mengeluarkan DVD instruksional bass. Dia juga di endorse oleh Yamaha dan signature seriesnya sangat populer dan diminati para bassist diseluruh dunia. Selain bermain bass dia juga seorang pemain chapman stick yang mahir. Selain aktif di Dream Theather, John juga tercatat aktif di group Platypus, Jelly Jam, Explorers Club, dan pernah membantu musisi Gordian Knot
Biografi :
Lahir pada tanggal 24 Januari 1967 di Chicago dan besar di Long Island, New York. Ibunya sering mendengarkan music classic saat dia masih kecil, dan saat Myung muda berusia 5 tahun, dia mengambil kursus biola. Kemudian saat John Myung berusia 15 tahun, tetangganya mendekatinnya untuk memainkan Bass pada band tetangganya tersebut, kemudian Myung berasumsi bahwa Bass mempunyai 4 senar sama dengan biola, jadi dia dapat mempelajarinnya dengan cepat dan sejak saat itu dia beralih ke Bass gitar dan sejak saat itu dia tak pernah lagi memainkan biola. Inspirator yang mempengaruhi John Myung seperti Chris Squire, Steve Harris dan Geddy Lee, juga band seperti Rush, Yes dan Iron Maiden. Juga dia sering mendengarkan band seperti Jane’s Addiction, Red Hot Chilli Peppers sebaik musik classic dan blues. John merupakan satu-satunnya anggota Dream Theater yang tetap tinggal di Long Island bersama istrinnya Lisa dan 2 anaknya, Brandon dan Christian Myung. Lagu yang pernah diciptakannya untuk Dream Theater ialah Learning To Live pada album Images and Words dan Trial of Tears pada album Falling Into Infinity. Dia mempunyai project lain selain Dream Theater yaitu Jelly jam.

======= JORDAN RUDESS =======
Jordan Rudess (lahir dengan nama Jordan Rudes pada 4 November 1956) adalah pemain keyboard band progmet Dream Theater. Dia masuk Dream Theater menggantikan Derek Sherinian. Hal ini dimulai saat Mike Portnoy memutuskan untuk membentuk supergroup dengan Magna Carta Records. Rudess terpilih untuk mengisi bagian keyboardist dalam band yang terdiri dari Tony Levin, Mike Portnoy, dan John Petrucci ini. Selama rekaman 2 album Liquid Tension Experiment ini meyakinkan Portnoy dan Petrucci bahwa Rudess adalah keyboardist yang cocok untuk Dream Theater. Dan akhirnya mereka memutuskan mengajak Rudess untuk menggantikan Derek Sherinian yang telah bersolo karir.

======= JAMES LABRIE =======
Kevin James LaBrie lahir di Penetanguishene, Sebuah kota kecil di Kanada pada tanggal 5 Mei 1963. sejak kecil, James saat berumur 3 tahun, dia sering mendengarkan radio dan menyayikan lagu apapun yang terdengar dari radio tersebut. Diinspirasikan oleh ayahnya, dia kemudian mulai bernyanyi dan bermain drum pada awalnya saat berusia 5 tahun. Pada saat berusia 10 tahun, dia berkuartet dengan ayahnnya dan paman juga adiknya bernyanyi di barber shop.
semasih anak-anak, dia sudah menyukai musik rock. Saat berusia 14 tahun, dia telah bermain di berbagai band sebagai vokal dan drum. Tetapi, James lebih memilih bernyanyi ketimbang bermain drum. saat dia berusia 18 tahun, dia memutuskan pindah ke Kanada.
Saat berusia 21 tahun, James berlatih vokal pada Rosemary Patricia Burns. Setelah banyak bergabung dengan beberapa band di Kanada. James kemudian menjadi vokalis pada band Winter’s Rose, dimana juga bergabung dengan Atlantic Records, Label Dream Theater saat itu. lalu Pierre Paradis yang mengatur band Voi Vod, menawarkan solo project pada James di Aquarius record. kemudian dia memberitahu James bahwa ada nama band New York bernama Dream Theater melakukan audisi untuk mencari vokalis, kemudian James mengikutinnya dan diterima, itulah sejarah LaBrie bergabung dengan Dream Theater pada 1992, dimana album pertama LaBrie bersama Dream theater ialah Images and Words.
Sampai saat ini, Labrie telah banyak menciptakan lagu untuk Dream Theater seperti Anna Lee(Falling Into Infinity), Vacant(Train Of Thought), Blind Faith(six degree of Inner Turbulance), Sacrified Son(Octavarium).
Dan dia tetap tinggal di Toronto, Kanada bersama istrinya Karen, dan kedua anaknya Chloe dan Chance Abraham LaBrie.

Personil sekarang :
- James LaBrie - Vocals and percussion (1991 - sekarang)
- John Petrucci - Guitars and backing vocals (1985 - sekarang)
- Mike Portnoy - Drums, percussion and backing vocals (1985 - sekarang)
- John Myung - Bass and Chapman Stick (1985 - sekarang)
- Jordan Rudess - keyboards, lap steel guitar, and Continuum (1999 - sekarang)

Mantan personil :
- Chris Collins - Vocals (1986)
- Charlie Dominici - Vocals (1987- 1990)
- Kevin Moore - Keyboards (1986-1994)
- Derek Sherinian - Keyboards (1995-1999)

Album Dream Theater :
- When Dream and Day Unite(1989)
- Images and Words(1992)
- Live at Marquee(1993)
- Awake(1994)
- A Change of Season(1995)
- Falling into Infinity(1997)
- Once in a Live Time(1998)
- Scene from Memory(1999)
- Live Scene from New York(2001)
- Six Degree of Inner Turbulance(2002)
- Train of Thought(2003)
- Live at Budokan(2004)
- Octavarium(2005)
- Score(2006)
- Systematic Chaos(2007)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar